Tujuh Balon Ketum Partai Golkar Harap Munas Demokratis

Tujuh Balon Ketum Partai Golkar Harap Munas Demokratis

Tujuh Balon Ketum Partai Golkar Harap Munas Demokratis

Bandung - Politisi Partai Golkar Priyo Budi Santoso menyatakan tujuh bakal calon Ketua Umum Partai Golkar telah melakukan pertemuan kemudian menyepakati kesepahaman di antaranya harapan pelaksanaan musyawarah nasional (munas) Golkar dapat berlangsung secara demokratis.

"Dalam pertemuan di poin ketiga semua tahapan pelaksanaan munas IX mulai dari persiapan sampai penyelenggaraan harus berlangsung secara demokratis," kata Priyo bakal calon ketua umum Partai Golkar saat menggelar pertemuan dengan pengurus DPD Golkar Provinsi Jabar dan sejumlah DPD kota/kabupaten di Grand Aquila, Kota Bandung, Jumat (31/10/2014).

Ia menyebutkan, tujuh bakal calon ketua umum Golkar yang melakukan pertemuan itu yakni selain dirinya (Priyo), HR Agung Laksono, MS Hidayat, Airlangga Hartanto, Agus Gumiwang Kartasasmita, Hajriyanto Tohari, dan Zainudin Amali.

Hasil pertemuan dengan para bakal calon tersebut, kata Priyo, menyepakati lima poin yakni pertama mendesak kepada DPP Partai Golkar untuk segera menetapkan melalui pleno atau Rapimnas tentang waktu dan tempat penyelenggaraan munas IX, selambat-lambatnya November 2014.

Kedua mengharapkan munas IX Partai Golkar hendaknya dilaksanakan selambat-lambatnya pada bulan januari 2015. Ketiga agar seluruh tahapan pelaksanaan munas IX mulai dari persiapan sampai penyelenggaraan harus berlangsung secara demokratis, berlaku adil terhadap seluruh kandidat. (AY)

"Pemilik suara dalam munas tidak ditekan untuk mendukung salah satu kandidat yang disertai dengan intimidasi dalam bentuk apapun termasuk pemecatan," kata Priyo.

Selanjutnya keempat yakni penyelenggaraan Munas Partai Golkar harus mendapat jaminan dari DPP Golkar dan seluruh kandidat ketua umum untuk menjunjung tinggi sportivitas kontestasi demi menghindari perpecahan partai dan menjaga keutuhan serta soliditas Golkar.

"Terakhir Munas IX harus melahirkan kepemimpinan yang mengutamakan semangat rekonsiliasi, persatuan dan kesatuan partai, kesinambungan, dan kejayaan Partai Golkar," katanya.

Ia mengungkapkan, kedatangannya bertemu dengan DPD Golkar se-Jabar itu ingin menyampaikan keinginan menjadi calon ketua umum Partai Golkar.

Menurut dia Jabar merupakan lumbung suara bagi partai dalam memberikan kontribusi peta politik suara Golkar di tingkat Nasional.

"Ini provinsi ke-17 yang saya datangi, hati ini sudah lama tertambat ke Kota Bandung, 17 tahun menjadi anggota DPR RI tanpa putus, saya selalu ingat Jabar menjadi barometer politik Nasional," katanya.

.

Categories:Politik,
Tags:nasional,