Wisata Darajat Miliki Ancaman BencanaTinggi

Wisata Darajat Miliki Ancaman BencanaTinggi

Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, menyatakan wisata pemandian air panas Darajat merupakan kawasan yang memiliki ancaman bencana tinggi akibat terjadinya alih fungsi lahan.

"Kawasan Darajat memiliki potensi bencana longsor, pergerakan tanah, banjir bandang, dan kekeringan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Dadi Zakaria melalui telepon selulernya, Minggu (30/8/2015).

Ia mengatakan, kawasan Darajat, Kecamataan Pasirwangi yang berdekatan dengan proyek Panas Bumi PT. Chevron itu sudah beberapa kali terjadi longsor bahkan ada yang merusak bangunan.

Menurut dia, jika tidak segera diantisipasi bencana alam itu maka akan mengancam banyak jiwa menimpa masyarakat maupun orang yang berwisata ke daerah itu.

"Tentunya masalah ini sangat tidak diharapkan sehingga harus secepatnya ditempuh langkah-langkah pencegahan," katanya.

Ia menjelaskan, Darajat merupakan daerah yang berada pada kondisi kemiringan dan tofografi yang sama dengan bencana tanah longsor di Cibitung, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Berbagai potensi bencana itu, kata dia, disebabkan resapan air berkurang, lahan yang gundul karena dijadikan bangunan untuk tempat pemandian air panas dan penginapan.

Pihaknya sudah beberapa kali membuat imbauan dan berbagai ancaman bahaya bencana alam melalui media baligo di kawasan Darajat.

"Imbauan berupa baligo yang dipasang selalu saja hilang tak lama setelah kami meninggalkan lokasi," katanya.

Ia menambahkan, kawasan Darajat sudah seharusnya dilakukan geladi kebencanaan sebagai upaya mengurangi resiko apabila terjadi bencana.

"Sangat diperlukan mitigasi bencana untuk daerah Darajat, karena saat ini memang sudah berada pada posisi siaga satu bencana," katanya. (AY)

.

Categories:Wisata,
Tags:daerah,