Siswa SMPN 51 Berduka atas Terbunuhnya Pricilia Dina

Siswa SMPN 51 Berduka atas Terbunuhnya Pricilia Dina

Bandung - Seluruh siswa, guru dan kepala sekolah menyatakan turut berduka atas meninggalnya Pricilia Dina (15), siswa kelas IX SMPN 51 Kota Bandung. Korban pembunuhan oleh temannya pada Senin sore tersebut masih mengikuti upacara bendera, dan bertugas menjadi ajudan pembina upacara.
 
Pada pukul 14.00 WIB pun masih berkirim pesan via BBM bersama teman sekelasnya, Friska Hartini Yahya. Korban sempat meminta foto kelas kepada Friska melalu BBM. "Pricilia minta dikirim foto kelas. Kami memang sempat berfoto usai upacara. Saya langsung kirim ke dia. Dia pun memasang foto kelas di BBM-nya," kata Friska di sekolahnya, Derwati, Rancasari Kota Bandung, Selasa (1/9/2015).

Ia pun mengaku, tidak ada firasat apapun dalam kejadian ini. Terakhir korban hanya minta foto kelas. Diakui Friska, korban temen yang baik, murah senyum, pendiam, dan pintar. "Korban jarang cerita hal pribadi. Ngobrolnya biasa saja. Paling bercanda," katanya.

Friska sendiri baru  mengetahui bahwa korban sudah meninggal dari status BBM temannya. Awalnya ia menganggap hanya bercanda. Dalam status, RIP Pricilia Dian. "Saya pikir itu status bajakan. Biasa kan teman-teman suka bajak-bajakan. Tapi di group BBM kelasnya korban memang sudah meninggal. Masih tak percaya saya langsung ke TKP," ujar Fiska.
 
Sementara itu, Kepala SMPN 51 Kota Bandung, Dikdik Setia Munardi mengaku kaget atas kejadian pembunhan sadis terhadap siswanya, Pricilia Dina. Apalagi yang melakukan pembunuhan adalah masih anak-anak. "Saya kaget mendengar siswa kami meninggal dengan tragis. Kita langsung koordinasi dan melayat Senin sorenya," kata Dikdik, Selasa (1/9/2015).
 
 
Hari ini, seluruh siswa melakukan doa bersama. Perwakilan siswa mendatangi rumah duka. Dari keterangan wali kelas dan siswa, korban pendiam tapi aktif. Ia pun terpilih sebagai pembina upacara. Laporan dari guru BK juga track recordnya baik dan tidak bermasalah. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,