NISP Fasilitasi Peluang Wirausaha Muda

NISP Fasilitasi Peluang Wirausaha Muda

Bandung - OCBC NISP bekerjasama dengan Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) menggelar "Young Entreprenership Spirit (YES) 2015" guna memfasilitasi peluang bagi wirausaha muda dari sejumlah kampus di Indonesia.

"Kegiatan pelatihan dari program ini untuk mencetak wirausaha muda yang bergerak di sektor sosial dan teknologi entrepenership. Mereka didukung dan difasilitasi," kata Direktur Komersial OCBC NISP Suwardi Chandra di Bandung, Rabu (2/9/2015).

Kegiatan pelatihan yang diikuti pelaku usaha muda yang juga berstatus mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia digelar di OCBC NISP Learning Center Bandung.

Menurut Suwardi, kegiatan itu untuk mendorong para pelaku usaha muda untuk lebih membuka wawasan terkait perencanaan, segmen pasar, produksi dan pemasaran produknya.

"Ada tiga tahapan dari YES Weorkshop 2015 ini, dari puluhan proposal yang masuk, saat ini ada 20 yang masuk kategori dan berkesempatan untuk masuk babak kedua untuk selanjutnya dinilai untuk jadi pemenang.

"Setelah proses penjurian dan lahir pemenang, baru memasuki tahap pendampingan dan permodalan usaha. Pemenang mendapat pendampingan dan modal usaha selama enam bulan," katanya.

Suwardi menyebutkan, saat ini program itu merupakan tahun ketiga dengan target mencetak bibit-bibit unggul muda.

"Kami berharap kreatifitas generasi muda semakin terasah serta ide-ide inovatif para peserta semakin cemerlang," katanya.

Sementara itu salah seorang pelau usaha dan inovator bidang kuliner Ramsy Sofyan dalam paparannya menyebutkan ide yang ada pada wirausaha muda itu harus dikembangkan dengan wawasan yang lebih luas, terutama dalam distribusi dan pasar.

"Biasanya ide itu luar biasa, namun wira usaha muda kerap kesulitan mengaplikannya. Kuncinya harus digarap dari hulu sampai hilirnya sehingga produk berkesinambungan," kata Ramsy.

Di sisi lain, peluang untuk meningkatkan nilai tambah juga perlu terus digali secara kreatif dan inovatif. Sehingga bisa mengatasi kelemahan dari produk yang dihasilkan.

"Contohnya jamur tiram, bila dalam kondisi utuh hanya bertahan tiga hari. Namun setelah diolah menjadi rendang jamur tiram bisa bertahan hingga 10 bulan, bahkan permintaan ekspornya saat ini potensial hingga ke Amerika," kata Ramsy.

Sementara itu beberapa wirausaha muda yang ikut pengembangan karier itu antara lain Timotius Ecem dari Undana, kemudian Rahmat Yulianto Raharjo, Dwiky Novidya dari ITS yang mengembangkan pembangkit litrik tenaga angin yang dipasang di perahu nelayan dengan memanfaatkan getaran pada dawai yang diakibatkan oleh kecepatan angin.

Kemudian Dina Nafa Hanifah yang memanfaatkan cangkang kerang dan abu ampas tebu sebagai membran komposit desalinasi penyediaan air bersih. Kemudian prpduk Costik Biodisel dari mahasiswa ITS serta beberapa produk potensial dan inovatif lainnya.

"Banyak proposal wirausaha yang bagus dan semuanya memang orisinal dan kreatif. Kami berharap langkah ini memberikan spirit bagi generasi muda," kata Direktur Komersial Suwardi Chandra menambahkan. (AY)

.

Categories:Perbankan,
Tags:,