Hati-hati, Daging Busuk Banyak Dijual di Supermarket

Hati-hati, Daging Busuk Banyak Dijual di Supermarket

Jakarta - Sedikitnya petugas Suku Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Pusa menemukan enam kilogram daging busuk, saat mereka melakukan inspeksi mendadak (sidak) daging ke sejumlah supermarket di Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2015). 
 
Menurut Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Pusat Muljadi, enam kilogram daging busuk itu ditemukan saat menggelar sidak daging di Carrefour Duta Merlin, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Sayangnya, petugas yang terlibat dalam sidak itu tidak memberikan sanksi apa pun, selain memberikan surat peringatan kepada pengelola Carrefour Duta Merlin.

Muljadi menjelaskan, dengan surat peringatan itu jika pengelola Carrefour kedapatan menjual daging seperti itu lagi ke depan, pihaknya tak segan- segan melaporkan hal itu ke kepolisian. "Kalau besok ditemukan lagi, kami akan lapor polisi. Ini bisa dikenakan dengan UU Perlindungan Konsumen," kata Muljadi.

Daging busuk yang dijual tersebut diketahui merupakan daging ayam, empat pak paru, serta daging sapi. Daging terlihat penuh dengan jamur dan berwarna biru.

Selain itu, ternyata Carrefour Duta Merlin pun belum mengurus surat izin berjualan daging. Hal itu tentunya membuat sejumlah daging yang dijual di sana sangat lemah, baik dalam pengawasan maupun rentan akan sejumlah penyakit berbahaya.

"Surat izin berjualannya sudah mati sejak November 2014. Hingga saat ini belum diperpanjang, padahal mengurusnya sudah mudah di PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu)," katanya.

Menurut Muljadi, pihaknya menargetkan semua toko daging bukan hanya supermarket harus memiliki sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV), yang merupakan sertifikat yang menandakan terpenuhinya syarat higienis, santitasi, dan halal. "Kita buatkan surat pernyataan kalau mereka akan mengurus surat batas waktu Senin depan. NKV itu, syarat berjualan dagingnya," tegasnya.

Mengenai penemuan daging busuk itu, salah satu pegawai Carrefour Duta Merlin mengaku tak tahu menahu. Menurutnya, dirinya sebenarnya sudah rutin melakukan pemeriksaan daging di tempatnya bekerja itu. "Saya gak tahu kenapa ini jamuran dan busuk. Ntah dari mesin pendingin, ntah dari bunga es yang terlalu banyak," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,