Pengungsi Wanita dan Anak ke Eropa Terus Meningkat

Pengungsi Wanita dan Anak ke Eropa Terus Meningkat

New York - Badan hak asasi anak PBB Unicef di Markas Besar PBB melaporkan, sedikitnya 3.000 orang singgah di republik bekas Yugoslavia, Macedonia, setiap hari. Sepertiga dari mereka adalah kaum wanita dan anak-anak.
 
Jumlah perempuan dan anak-anak yang menyelamatkan diri dari kerusuhan di negara asal mereka dan melewati republik bekas Yugoslavia, Macedonia, untuk mengungsi ke Eropa meningkat tiga kali lipat sejak tiga bulan belakangan.
 
Jumlah dari Kementerian Dalam Negeri Macedonia, republik bekas Yugoslavia memperlihatkan di antara pendatang baru itu, 80 persen berasal dari Suriah. Sementara lima persen dari Afghanistan dan lima persen lagi dari Irak.
 
Menurut pernyatakan Unicef, sejak Juni 2015 lebih dari 52.000 orang telah didaftar di Pusat Penampungan di perbatasan di Gevgelija setelah mereka masuk dari Yunani.
 
"Banyak keluarga telah bergerak bersama anak mereka selama berbulan-bulan, dan menghadapi udara yang sangat panas, dan tiba hanya dengan mengenakan sepatu dan pakaian di badan. Mereka sangat kelelahan dan memerlukan tempat beristirahat," demikian isi pernyataan Unicef.
 
Secara seksama situasi di lapangan dan bekerja sama dengan pemerintah lokal guna melindungi anak-anak. Lembaga PBB itu juga menyarankan agar "semua tindakan yang ditujukan untuk anak-anak pengungsi, harus diarahkan pada kepentingan terbaik bagi setiap anak". (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,