Lonjakan Harga Barang di Indonesia Tertinggi di ASEAN

Lonjakan Harga Barang di Indonesia Tertinggi di ASEAN

Jakarta - Tingkat inflasi atau kenaikan harga barang di Indonesia merupakan yang tertinggi di ASEAN. Akibatnya, daya beli masyarakat terus tergerus ke tingkat yang rendah.
 
"Inflasi kita paling tinggi di ASEAN. Artinya daya beli kita paling berat, sehingga tidak kompetitif pada suku bunga," kata anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti Soetiono di Kampus Perbanas Jakarta, Kamis (3/9/2015).
 
Menurutnya, tekanan inflasi di negara-negara ASEAN rata-rata berada di kisaran 2-3 persen. "Namun kita hampir mencapai kisaran 6-7 persen. Tapi kan ini year to date jadi mudah-mudahan nanti bisa tercapai 4 persen plus minus 1 persen," katanya.
 
Sementara itu, Direktur Indef Enny Sri Hartati menjelaskan, tingginya tekanan inflasi berimbas pada menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Penurunan tersebut, tercermin dari inflasi volatile food yang terus mengalamo lonjakan, sehingga berimplikasi terhadap daya beli masyarakat.
 
"Berdasarkan data BPS, terjadi inflasi makanan pada Juli mencapai 8,28 persen secara year on year. Itu berdampak turunnya daya beli masyarakat yang tercermin dari penurunan pertumbuhan konsumsi rumah tangga, dari kuartal I 2015 sebesar 5,1 persen menjadi 4,9 persen di kuartal II 2015," kata Enny. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,