Awas, Ada Situs Penjual Tiket Palsu Konser Bon Jovi

Awas, Ada Situs Penjual Tiket Palsu Konser Bon Jovi

Jakarta - Bagi para penggemar Bon Jovi diminta untuk berhati-hati saat bertransaksi membeli tiket secara online. Hal itu berkaitan dengan gelaran konser Bon Jovi yang berlangsung di Gelora Bung Karno, Jakarta, dalam waktu dekat ini.
 
"Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat hati-hati dalam mengadakan transaksi pembelian tiket secara online. Kita selalu mendapatkan laporan penipuan mengenai hal itu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/9/2015).
 
Untuk itu, Iqbal meminta kepada masyarakat untuk teliti saat membeli tiket secara online. Teliti websitenya, dari mana website tersebut, bagaimana track recordnya. Namun masyarakat disarankan membeli tiket secara langsung. "Pokoknya harus hati-hati kalau beli online. Lebih baik membeli secara langsung karena lebih aman. Apalagi harga tiket konser biasanya tidak murah," ujarnya. 
 
Terkait adanya laporan adanya website yang diindikasi melakukan penipuan penjualan tiket konser Bon Jovi, Iqbal menegaskan, polisi sudah melakukan penyelidikan. "Terkait laporan itu, kami sudah menyelidiki dan akan melakukan pencarian siapa pelakunya," katanya.
 
Dilaporkan juga, situs yang dilaporkan karena diduga menjual tiket palsu konser Bon Jovi sampai saat ini masih bisa diakses. Bahkan layanan live chat yang ada di situs itu masih dalam kondisi On. Situs yang beralamat di www.ticketbonjovi.com itu masih menampilkan penjualan tiket konser Bon Jovi. Bahkan, form pemesanan masih bisa digunakan untuk membeli tiket.

Seorang customer service yang mengaku bernama Reny langsung menyambut dalam kolom live chat yang pop-up otomatis saat situs terbuka. Dicoba  dilakukan pemesanan satu tiket dengan harga termahal. Setelah pemesanan selesai, sebuah tampilan identitas pemesan muncul berikut total biaya yang harus dibayarkan. 
 
Di bawah identitas pemesan tertulis, uang sejumlah dimaksud harus segera dibayarkan dalam kurun waktu secepatnya ke Rek. BRI 008901000427567 atas nama Dede Djunaedy. Setelah melakukan pemesanan, situs kembali di-refresh, namun CS bernama Reny menghilang. Hanya ditampilkan sebuah form yang wajib diisi untuk memulai obrolan.


Setelah ditelusuri informasi pemilik situs melalui laman Whois, tidak ada nama identitas maupun alamat kontak yang tertera. Sebagai sebuah situs e-commerce, menyembunyikan nama registran dalam keterangan domain adalah hal yang sangat mencurigakan.


Tidak heran, jika sebanyak 60 orang mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya untuk membuat laporan adanya dugaan penipuan dari situs itu. "Jumlah korban ada 60, tapi yang baru terinventarisir 28 dengan total uang Rp 108 juta," kata Deki yang mewakili para korban.


Menurutnya, ia dan sejumlah korban dari berbagai daerah awalnya mempercayai situs itu, karena tampilan dan customer service menjanjikan seperti situs resmi penjual tiket konser. Bahkan, dalam hasil pencarian Google, situs itu nangkring di posisi paling atas. (Jr.)**
.

Categories:Musik,
Tags:,