Presiden Guatemala Mengundurkan Diri

Presiden Guatemala Mengundurkan Diri

Presiden Guatemala Otto Perez Molina mengundurkan diri beberapa jam setelah hakim mengeluarkan surat perintah penahanan dirinya.
 
Kejaksaan menuduh Molina menjadi otak skema penggelapan bea cukai bernilai jutaan dolar. Ia menolak tuduhan tersebut.
Seorang juru bicara menyatakan Molina memutuskan untuk mengundurkan diri "untuk menghadapi tuntutan terhadapnya"

Tuduhan penyuapan

Otto Perez Molina mengundurkan diri beberapa hari saja sebelum pemilihan presiden hari Minggu (06/09) mendatang. Dia tak boleh mencalonkan diri lagi menurut aturan konstitusi.
Wakil Presiden Alejandro Maldonado akan memerintah hingga presiden baru disumpah pada tanggal 14 Januari tahun depan.
 
Maldonado baru menjabat di posisinya sejak pertengahan bulan Mei, ketika wakil presiden sebelumnya Roxana Baldetti mengundurkan diri.
 
Baldetti dituduh terlibat dalam skema korupsi yang sama dengan Molina.
Para penyelidik menyebut skema penggelapan yang disebut sebagai La Linea itu melibatkan pembayaran suap para pebisnis kepada pejabat pemerintah dan petugas bea cukai guna menghindar dari kewajiban membayar cukai.

Protes massa

Skandal korupsi ini telah memicu serangkaian protes massal di Guatemala dan seruan besar-besaran agar presiden Molina mengundurkan diri.
 
Namun hingga Rabu malam, Molina menolak dan menyatakan ia akan menyelesaikan masa jabatannya.
Juru bicara Molina mengatakan sang presiden akhirnya menyerahkan surat pengunduran dirinya sesaat sebelum tengah malam waktu setempat.
 
Kongres masih harus menyetujui pengunduran diri itu sebelum sepenuhnya berlaku.
Media setempat menyatakan keberadaan Molina saat ini tidak diketahui.
Hari Selasa, hakim mengeluarkan perintah larangan Molina meninggalkan Guatemala "sebagai upaya pencegahan" seperti dilansir BBC.(Ode)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,