Korban Keracunan Bubur Sumsum Jadi 90 Orang

Korban Keracunan Bubur Sumsum Jadi 90 Orang

Bandung - Jumlah korban keracunan diduga karena mengonsumsi bubur sumsum hingga dirawat di Puskesmas Bayongbong, Kabupaten Garut, bertambah menjadi 90 orang.

Bupati Garut Rudy Gunawan saat meninjau langsung korban keracunan di Garut, Kamis (3/9/20150, mengatakan total korban mencapai 90 orang berasal dari tiga desa, Kecamatan Bayongbong.

"Sebagian korban sudah ada yang kembali ke rumah, mereka warga dari Desa Mulyasari, Mekarsari dan Cikedokan, kemungkinan keterangan dari Puskesmas jumlahnya bisa bertambah," kata Rudy.

Ia menuturkan, selain yang dirawat di Puskesmas, ada juga dua pasien yang terpaksa harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Garut dan Klinik Cisanca.

"Ada yang dirujuk ke rumah sakit, namun sebagian besar disarankan rawat jalan," katanya.

Ia menyampaikan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara bahwa yang menjadi penyebab keracunan dari santan bubur sumsum basi sehingga diduga mengandung banyak bakteri tidak baik.

Pihaknya tidak dapat menyatakan peristiwa itu sebagai kejadian luar biasa (KLB), namun pemerintah membebaskan segala biaya penanganan medisnya.

"Kasus keracunan ini tak masuk dalam kejadian luar biasa, hanya saja peristiwanya sangat luar biasa," kata Bupati.

Pasien korban keracunan tersebut datang dalam waktu berbeda, sejak Senin, 31 Agustus 2015, hingga Kamis pasien terus bertambah.

Pihak Puskesmas telah memberikan penanganan medis kepada pasien yang mengeluhkan sakit sama yakni pusing, mual, lemas dan muntah-muntah. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,