Malaysia Kembali Usir 12 WNI Terlibat Narkoba

Malaysia Kembali Usir 12 WNI Terlibat Narkoba

Nunukan - Pemerintah Kerajaan Malaysia mengusir lagi 12 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Negeri Sabah karena terlibat kasus narkoba jenis sabu ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Ke-12 WNI kasus narkoba kali ini telah menjalani hukuman di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau sedangkan Kamis (3/9) pemerintah Kerajaan Malaysia juga mengusir 12 WNI dengan kasus yang sama yang dipenjara di PTS Kamanis Papar Kota Kinabalu.

Maximus Dominikus (23), WNI yang diusir karena kasus narkoba yang ditemui saat pendataan oleh aparat kepolisian di Terminal Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Jumat malam, mengaku telah dua tahun lebih mengonsumsi barang haram tersebut setiap hari.

Pria asal Larantuka Nusa Tenggara Timur ini mengaku telah 19 tahun bekerja di negeri jiran Malaysia sebagai tenaga mekanik di Bandar Lahad Datu Negeri Sabah memperoleh sabu dari warga negara Filipina yang bertindak sebagai pengedar.

Ia mengatakan mengonsumsi sabu sekadar untuk menambah tenaga saat bekerja dan tertangkap aparat kepolisian khusus narkotik Malaysia saat baru pulang membeli sehingga ditemukan barang bukti pada dirinya sebanyak dua paket.

Akibat perbuatannya itu, dirinya harus mendekam dalam penjara Tawau atas vonis dengan hukuman selama 15 bulan oleh Mahkamah Lahad Datu, katanya.

Pada kesempatan yang sama, WNI kasus narkoba lainnya bernama Edi (28) mengatakan mengonsumsi sabu di negeri jiran sejak delapan tahun silam dan baru kali pertama tertangkap aparat kepolisian negara itu.

Pria asal JampuE Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan ini berada di Negeri Sabah sejak masih berusia kurang satu tahun bersama kedua orangtuanya ini terpaksa mendekam dalam Penjara Tawau selama enam bulan lebih.

Saat tertangkap, Edi yang bekerja sebagai sopir pengangkut buah kelapa sawit di Kampung Dengan Lahad Datu bersama tiga kawannya yang masih menjalani kurungan sampai sekarang karena belum mendapatkan vonis akibat hasil tes urine tidak pernah tepat dengan barang bukti yang dituduhkan kepolisian setempat. (AY)

.

Categories:Internasional,
Tags:,