Bom Waktu, Bumi Berakhir Dampak Pemanasan Global

Bom Waktu, Bumi Berakhir Dampak Pemanasan Global

California - Berbagai dampak negatif dari fenomena pemanasan global (global warming), memang menjadi isu yang hangat diperbincangkan. Bahkan, berdasarkan rumor dan spekulasi ilmiah yang beredar, nasib Bumi akan berakhir akibat pemanasan global. Bongkahan es di kutub utara dan selatan akan mencair, yang menyebabkan permukaan air laut naik.

Sebuah penelitian terbaru tentang efek pemanasan global baru-baru ini dirilis The National Aeronautics and Space Administration (NASA). Penelitian itu memperlihatkan hasil studi tentang kenaikan tinggi permukaan air laut di Bumi, akibat efek pemanasan global.
 
Informasi yang dilansir The Guardian menyebutkan, studi tersebut menunjukkan bahwa tinggi permukaan air laut mengalami kenaikan setinggi delapan sentimeter sejak 1992. Jika ke depannya iklim Bumi semakin tidak stabil akibat efek pemanasan global, permukaan air laut akan semakin tinggi dan menyebabkan sebagian besar permukaan tanah di Bumi tenggelam.
 
Sebelumnya, para peneliti memperkirakan kenaikan berkisar 0,3 hingga 0,9 sentimeter sampai 100 tahun mendatang. Namun, NASA menampik prediksi para ilmuwan itu dengan hasil studinya yang baru diumumkan tersebut.
 
"Kenaikan permukaan air laut lebih cepat dan lebih besar dari prediksi 50 tahun lalu. Bisa saja hal tersebut akan bertambah buruk," tegas pakar Associate Professor Colorado Center for Astrodynamics Research (CCAR) NASA, Steve Nerem.
 
Sejauh ini, kenyataannya tingkat kenaikan air laut memang berbeda-beda di beberapa wilayah dan mengalami kenaikan sehingga penurunan permukaan tanah terjadi. Kenaikan permukaan air laut disebabkan oleh suhu perairan yang cenderung memanas. Hampir setengah dari jumlah bongkahan es raksasa di dunia meleleh. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,