Komitmen Jokowi Babat Korupsi Patut Dipertanyakan

Komitmen Jokowi Babat Korupsi Patut Dipertanyakan

Jakarta - Komitmen Jokowi dalam misi pemberantasan korupsi patut dipertanyakan, bahkan digugat. Hal itu didasari setelah kasus pencopotan Komjen Budi Waseso dari jabatan Kabareskrim Polri, kebijakan pemerintah yang melonggarkan syarat remisi bagi narapidana kasus korupsi, serta Perpres tidak boleh mempidanakan pejabat dalam membuat kebijakan.
 
Menurut Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo, muncul anggapan pencopotan Komjen Budi Waseso atau Buwas ditenggarai karena penggeledahan kantor Pelindo II oleh Bareskrim Polri. Padahal, ia menilai penggeledahan itu bukan sebuah insiden, melainkan bagian dari proses penegakan hukum.
 
"Penggeledahan kantor Pelindo II itu berkaitan erat dengan masalah dwelling time, itu bagian dari pengusutan kasus tersebut," kata Bambang. Bahkan, penggeledahan itu menjadi sebuah insiden karena reaksi berlebihan, yang dipertontonkan pemerintah, khususnya antara Menteri Bappenas Sofyan Djalil dan Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino.

Selain masalah pencopotan Buwas, Bambang juga menyoroti kelonggaran syarat bagi narapidana korupsi untuk memperoleh remisi. Dalam perayaan HUT RI ke-70 lalu, sedikitnya1.938 narapidana korupsi mendapat remisi dari pemerintah.
 
"Itu menonjolkan dan mempertontonkan ambivalensi pemerintahan Jokowi, kalau kita kaitkan dengan upaya pencapaian target perang melawan korupsi serta urgensi mengenai efek jera," tegas Bambang. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,