Dikritik, Tiga Menteri PDIP Rangkap Jabatan

Dikritik, Tiga Menteri PDIP Rangkap Jabatan

Menteri Koordinator Perempuan, Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani

Jakarta - Tercatat masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tiga politikus Partai Demokrasi lndonesia Perjuangan (PDI-P) dipertanyakan. Hal itu mengundang perhatian dari Presidium Koalisi Masyarakat Peduli Parlemen (KMPP).
 
Padahal, ketiga politikus PDIP itu telah diangkat menjadi Menteri di Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Jokowi. Ketiganya adalah Menteri Koordinator Perempuan, Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.

"Menunjukkan, rule of law yang telah diatur oleh Jokowi agar Menteri tidak rangkap jabatan tidak dijalankan dengan baik. Bahkan oleh kader partai pemerintahan sendiri," kata anggota Dewan Presidium Koalisi Masyarakat peduli Parlemen (KMPP), Yongki Aribowo dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (6/9/2015).

Disebutkan, keadaan tersebut berbeda dengan kader Parpol lain yang juga rangkap jabatan. Mereka harus rela mundur dari jabatan baik di DPR, parpol maupun jabatan strategi lain.

"Harus ada sikap yang tegas sebagai pejabat publik. Ketika sudah ditunjuk sebagai menteri, tidak ada pilihan lain selain mundur sebagai anggota DPR. Kami belum melihat adanya sikap keteladanan yang mencerminkan sosok negarawan dalam kasus rangkap jabatan," katanya.

Sementara anggota Dewan Presidium KMPP lainnya, Willy Kurniawan mengatakan pihaknya belum mendapat catatan resmi para kader PDI-P itu mengundurkan diri. Meski mereka tidak mengambil gaji mereka selaku anggota DPR, persoalan rangkap jabatan itu tetap menjadi persoalan.

Dia oun mencontohkan, Muhaimin lskandar yang lebih memilih menjadi Ketua Umum PKB, ketimbang menjadi Menteri. Hal itu dilakukannya lantaran Jokowi yang mengatakan menteri tak boleh rangkap jabatan. "Itu logis karena Presiden beri pilihan. Namun, dalam kasus ini saya lihat belum ada ketegasan, masyarakat lndonesia harus mendapat kepastian," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:,