Purwakarta Siap Sediakan Bale Khusus untuk Pacaran

Purwakarta Siap Sediakan Bale Khusus untuk Pacaran

Purwakarta - Pro dan kontra seputar aturan yang diberlakukan Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait pasangan yang bukan muhrim kedapatan berpacaran di atas pukul 21.00 WIB akan langsung dinikahkan, terus bergulir. 
 
Bahkan, ada juga yang menyatakan, dengan aturan baru tersebut bupati tidak memiliki dalil khusus, serta bisa dikatakan melanggar hak asasi manusia.
 
Menanggapi hal itu, Dedi tamapkanya punya alasan tersendiri. Menurutnya, aturan tersebut dapat memberikan edukasi yang sesuai dengan moral agama dan juga sosial. Ada baiknya kalangan  remaja untuk tidak lebih dahulu berpacaran, melainkan memilih sekolah lalu bekerja dan mempersiapkan diri hingga usia matang.
 
Di samping itu, Dedi pun mengaku memiliki beberapa solusi untuk memfasilitasi mereka, agar bisa berpacaran dengan aman dan nyaman. "Solusi, kalau memang diperlukan, nanti ada taman pacaran. Nanti saya siapkan bale untuk pacaran di dekat taman,” kata Dedi.
 
Tidak sekadar taman, tempat pasangan muda-mudi untuk berpacaran itu juga akan disediakan di setiap RW (rukun warga) di Purwakarta. "Di situ juga nanti kami pasang TV, kursi-kursi untuk duduk, sehingga ada juga pihak yang mengawasi mereka saat berpacaran,” katanya.
 
Bahkan, apabila diperlukan, di setiap tempat pacaran atau bale, nantinya akan disediakan kamera CCTV, sehingga lebih bisa terpantau. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,