Dua Direktorat Bareskrim Dalami Kasus Pelindo II

Dua Direktorat Bareskrim Dalami Kasus Pelindo II

Jakarta  - Dua Direktorat Bareskrim Polri tengah mendalami adanya dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang, dalam kasus pengadaan 10 unit mobile crane di PT Pelindo II.

"Untuk pemeriksaan dugaan korupsi itu di Tipikor (Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri)," kata Kasubdit Money Laundering Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Kombes Golkar Pangarso, di Mabes Polri Jakarta, Rabu (9/9/2015).

Sementara Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim yang menangani dugaan pencucian uang kasus itu. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana atas dugaan pencucian uang dalam kasus itu. "Kami masih koordinasi dengan PPATK untuk cari tahu aliran dananya," katanya.

Sebelumnya,petugas Bareskrim Polri menggeledah kantor Pelindo II di Tanjung Priok, Jakarta Utara.Penggeledahan melibatkan puluhan polisi dari Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya serta dibantu anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP-A/1000VIII/2015/BARESKRIM tertanggal 27 Agustus 2015, semestinya mobile crane yang dipesan 2012 silam dengan anggaran senilai Rp 45 miliar itu dikirimkan ke sejumlah pelabuhan seperti Pelabuhan Bengkulu, Jambi, Teluk Bayur, Palembang, Cirebon, Banten, Panjang (Lampung) dan Pontianak.

Namun barang-barang tersebut belum dikirim, dan setelah diselidiki ternyata pelabuhan itu tidak membutuhkan barang itu. Bareskrim telah menetapkan seorang tersangka di PT Pelindo II yakni Direktur Teknik PT Pelindo II Ferialdy Nurlan. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,