Banjir dan Longsor Hantam Jepang Tengah

Banjir dan Longsor Hantam Jepang Tengah

Tokyo - Hujan lebat yang berpangkal dari Topan Etau, yang melanda bagian timur perairan Jepang sebelum melewati Jepang Tengah dan kekuatannya turun jadi depresi tropis, mengakibatkan banjir dan tanah longsor di jalurnya pada Kamis (10/9/2015).

Peristiwa tersebut memicu pengungsian besar dari daerah yang paling parah dilanda topan. Badan Meteorologi Jepang (JMA) pada Rabu pagi (9/9) mengeluarkan siaga darurat buat warga yang tinggal di Prefektur Tochigi, 40 kilometer di sebelah utara Ibu Kota Jepang, Tokyo, dan Prefektur Ibaraki, yang bersebelahan.

Peringatan itu dikeluarkan buat warga di daerah tersebut agar siaga penuh guna menghadapi banjir dan kemungkinan tanah longsor, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis siang. JMA telah memperluas peringatannya buat daerah yang lebih ke timur pada Kamis dini hari, sementara tanah longsor menghancurkan satu rumah di Kota Kanuma di Tochigi, sementara petugas pertolongan belum mengetahui keberadaan perempuan penghuninya.

Di dekatnya, air Sungai Kinugawa di Ibaraki menjebol tanggul sungai di dua lokasi, sehingga mengakibatkan banjir luas di daerah itu, kata JMA.

Badan cuaca tersebut juga mengatakan curah hujan telah mencapai lebih dari 500 milimeter di beberapa bagian Tochigi dalam 24 jam sejak nasehat pertama dikeluarkan pada Rabu. Curah hujan itu berarti dua kali lebih banyak jumlah biasanya pada saat seperti sekarang.

JMA menyatakan lembaga tersebut masih memperkirakan curah hujan mencapai 200 milimeter di Tokyo dan daerah pinggirannya, sementara hujan lebat diperkirakan mengguyur daerah di bagian timur-laut Jepang sampai Jumat pagi.

Hingga pukul 11.20 waktu setempat, JMA telah mengeluarkan saran buat seluruh negeri itu mengenai hujan badai, hujan lebat dan gelombang tinggi di wilayah pantai. Dan peringatan serius mengenai hujan lebat, banjir dan hujan badai diberlakukan di beberapa wilayah antara Presfektur Tohoku dan Kanto.

Setelah pengungsian darurat sebanyak 90.000 orang dari rumah mereka di Tochigi, Perdana Menteri Shinzo Abe mengerahkan para petugas yang diperlukan dari kantor pemerintah untuk memusatkan perhatian pada reaksi tanggap-bencana dan menyelamatkan nyawa warga. (AY)

.

Categories:Internasional,
Tags:,