KCR Diarahkan pada Sektor Syariah

KCR Diarahkan pada Sektor Syariah

Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengarahkan program Kredit Cinta Rakyat (KCR) ke sektor syariah sebagai upaya mengoptimalkan penyaluran pinjaman tersebut kepada masyarakat.

"Selama ini KCR masih disalurkan melalui Bank BJB, tapi ke depannya kami ingin KCR juga disalurkan melalui Bank BJB Syariah," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawandi Bandung, Kamis (10/9/2015).

Menurut dia, penyaluran KCR kepada sektor syariah ini sejalan dengan aksi BUMD milik Pemprov yang bergerak pada jasa penjamin kredit yakni PT Jamkrida Jabar yang telah membuka unit usaha syariah. "Sehingga dengan menggarap pasar syariah, kami yakin penyaluran KCR akan meningkat pesat," katanya.

KCR, menurut dia, menjadi unggulan Pemprov Jawa Barat untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha yang kerap terkendala masalah permodalan. "Kredit ini sangat meringankan pelaku karena bunganya sangat rendah. KCR merupakan skema pinjaman yang mudah dengan bunga ringan," katanya.

Ia mengatakan walaupun berbunga rendah, penyaluran KCR sempat tersendat karena pelaku masih terkendala soal agunan. Oleh karena itu pihaknya mendirikan Jamkrida Jabar sebagai lembaga penjamin simpanan sejak 2012 lalu.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jamkrida Jawa Barat Tri Budhi mengatakan pihaknya siap mendukung upaya peningkatan penyaluran KCR ke sektor syariah melalui penjaminan.

Menurut dia, saat ini Jamkrida Jabar telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendirikan unit usaha penjamin syariah sehak 3 Februari 2015.  "Dan unit usaha syariah ini akan mendukung upaya peningkatan penjaminan. Untuk tahun 2014 lalu, kami berhasil menyentuh 5.575 UMKM denhan melibatkan 74.562 tenaga kerja. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan pencapai pada 2013 yang hanya 2.256 UMKM dengan melibatkan 25.335 tenaga kerja," kata dia. (AY)

.

Categories:Perbankan,
Tags:,