Wartawan Tewas Dianiaya Kelompok Warga

Wartawan Tewas Dianiaya Kelompok Warga

Wartawan gadungan Sahrim, salahsatu Korban pengeroyokan ditemui di rumah sakit. Foto: MTVN/Latief

Bandung - Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono menyatakan, korban tewas dan luka-luka akibat dianiaya kelompok warga di Cidaun, Kabupaten Cianjur, bukan berprofesi sebagai wartawan media cetak.

"Mereka itu sudah bukan wartawan, statusnya bukan wartawan, tapi mengaku sebagai wartawan," kata Pudjo di markas Polda Jabar, Kota Bandung, Jumat (11/9/2015).

Ia menuturkan, kedua korban yaitu Riyan yang meninggal dunia serta Sahrim luka-luka mengaku sebagai wartawan media cetak ketika mendatangi daerah yang diduga ada aksi pembalakan pohon hutan secara ilegal oleh warga.

Sebelumnya kedua orang itu, kata Pudjo, sempat menjalani profesi wartawan di beberapa media cetak, tetapi setelah diperiksa di media cetak yang disebutkannya ternyata namanya sudah tidak terdaftar.

"Setelah kami cek ternyata mereka itu sudah diputus oleh medianya, artinya mantan wartawan yang ngaku-ngaku sebagai wartawan," katanya.

Ia menjelaskan, aksi penganiayaan oleh kelompok warga di Cidaun terhadap dua korban itu terjadi, Rabu (9/9) malam.

Aksi kekerasan warga itu, lanjut dia, berawal dari warga yang kesal terhadap korban yang menakut-nakuti warga akan melaporkan ke polisi karena perbuatan penebangan pohon secara ilegal.

Berdasarkan keterangan warga, lanjut dia, korban terkesan meminta sejumlah uang kepada warga dan berjanji tidak akan melaporkannya ke polisi.

"Ada yang nebang pohon satu dan dua untuk bangun rumah kemudian ditakut-takuti akan dilaporkan polisi kemudian minta sejumlah uang," katanya.

Kasus penganiayaan di daerah selatan Cianjur itu masih dalam pendalaman Kepolisain Resor Cianjur.

"Untuk kasus itu sedang ditindaklanjuti oleh Polres Cianjur," katanya. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,