Tiga Fakor Tampil Cantik dan Sehat

Tiga Fakor Tampil Cantik dan Sehat

Ruang perawatan Hofris Ciumbuleuit Bandung /Wa Ode

Bandung - Hampir semua wanita ingin tampil cantik. Kecantikan dan kebersihan perlu tetap dijaga agar dapat memberikan kesan indah dan nyaman bagi siapapun yang melihatnya. Cantik dan sehat memang dambaan bagi siapapun termasuk  wanita. Bahkan belakangan pun kaum pria juga mulai menjaga penampilannya dengan tampil bersih dan tampan.  
 
Untuk tampil cantik dan sehat, menurut ahli kecantikan dr Indira P Tranggano MBA  Cosmotologist  mengatakan, ada beberapa faktor, namun yang paling sederhana cukup terapkan tiga syarat yakni faktor lingkungan alam, manusia, dan kosmetik. 
 
 "Alam Indonesia yang dianugerahi dengan posisi matahari tegak lurus dan iklim tropis akan rentan bagi kulit terkena ultraviolet langsung yang bisa berbahaya bagi kulit kita. Ini harus diciptakan penangkal matahari, yakni penolakkan akan sinar matahari yang berlebihan bagi kulit sehingga bisa terlindung dari sengatannya. Kalau tidak, akan menjadi awal kerusakan kulit," ujar Indira disela-sela peresmian House of Ristra (Hofris) di Jl Ciumbeleuit, Bandung, Sabtu (12/9/2015).
 
Menurut dia, ultraviolet indeksnya sangat berbahaya. Alam Indonesia yang termasuk ekuator berbeda dengan matahari negara lain. Karena itu dalam memilih kosmetik, jangan hanya melihat mereknya made in luar negeri lalu borong. "Karena apa yang dibeli belum tentu cocok dengan alam di Indonesia, baik bahan-bahannya yang dipakai. Apalagi setiap orang kan berbeda jenis kulitnya, karena itu alat kecantikan buatan luar negeri boleh jadi belum tentu cocok dengan kulit kita," ujar Indira yang dikenal dengan motonya the science of beauty ini. 
 
Faktor lain adalah Manusianya. Setiap orang memiliki pikmen yang berbeda. Indonesia berada di antara dua pigmen Eropa dan Afrika. Namun secara umum untuk kulit  ada yang normal, berminyak, dan netral. Sentuhan kosmetiknya pun harus disesuaikan dengan keberadaan kulit yang dimiliki, tidak asal menggunakannya. 
 
Tidak jarang orang Eropa ingin tampil dengan kulit coklat kehitaman seperti orang Indonesia. "Karena itu sering kita melihat orang bule rela berjemur berjam-jam untuk memperoleh kulit yang coklat kehitaman seperti orang Indonesia kebanyakan. Tetapi lama-kelamaan akan kembali lagi seperti semuala, ini karena faktor pikmen seseorang yang berbeda," ungkapnya. 
 
Faktor lainnya adalah faktor Kosmetik. Ristra telah mampu memikirkan bagaimana menyesuaikan dengan alam tropis Indonesia, agar berdampak positif dengan kebanyakan kulit Indonesia. "Pilihlah kosmetik yang memiliki pH balance non komedo genic, non acne genic serta terbuat dari basis air yang cukup," ujar Indira yang memiliki 12 Hofris di Indonesia ini. 
 
Dengan menerapkan tiga faktor yakni lingkungan alam, manusia, dan kosmetik diharpkan dapat mewujudkan kesehatan dan keindahan kulit dengan cara yang aman serta memberikan solusi untuk masalah kulit secara baik dan benar. "Paling tidak dapat terhindar dari keluhan proses penuaan secara dini, kalaupun ada bisa diatasi dengan atau diperlambat dengan tehnik yang tepat di Hofris," kata Indira.
 
Sementara Ny Giselawati Deddy Mizwar yang hadir dalam peresmian Hofris mengatakan, kita butuh kosmetik. "Dengan menggunakan kosmetik dalam negeri berarti ikut menyumbang mencintai produk Indonesia, apalagi sudah disesuaikan dengan alam Indonesia sehingga sangat meminimalis adanya kerusakan kulit karena faktor ketidakcocokan. Karena itu, wanita yang memperhatikan penampilannya adalah wanita soleha, apalagi mempercantik diri untuk suaminya bagi yang sudah berkeluarga, dan bagi yang muda akan memberikan kesan sehat. Jika ditambah dengan perilaku baik maka sudah mendekati kesempurnaan demi kecantikan dan penampilan," katanya. (Ode)**
.

Categories:Gaya hidup,
Tags:,