Enam Direktur Jadi Tersangka Terkait Pembakaran Lahan

Enam Direktur Jadi Tersangka Terkait Pembakaran Lahan

Pembakaran lahan (ilustrasi) (fraksipan.com)

Palembang - Karena lalai dan diduga membakar lahan yang menimbulkan kabut asap pekat, enam direktur dari 19 perusahaan perkebunan di wilayah Sumatera Selatan ditetapkan sebagai tersangka. Keenam perusahaan tersebut di antaranya PT SBN , PT TPJ, PT AA, PT RS, PT RPP, dan PT PH.
 
Menurut Kapolda Sumsel Irjen Pol Iza Fadri, dari barang bukti dan hasil pemeriksaan, keenam perusahaan itu dinyatakan terbukti melakukan kelalaian sehingga lahannya terbakar. Pihak yang bertanggung jawab dalam kebakaran itu dibebankan kepada pimpinan tertinggi perusahaan. 

‘’Secara keseluruhan lahan yang terbakar mencapai 3.400 haktar. Enam perusahaan itu proses hukumnya dinaikkan menjadi penyidikan, dan pimpinannya atau direkturnya kita tetapkan sebagai tersangka,’’ kata Iza di Palembang, Selasa (15/9/2015) malam.

Menurutnya, enam perusahaan tersebut bergerak di bidang perkebunan sawit dan hutan tanaman industri. Sebelumnya, mereka telah diperiksa di sejumlah Polres yakni dua kasus di Polres Banyuasin, satu di Ogan Komering Ilir (OKI), satu di Musi Banyuasin (Muba) dan dua di Polda Sumsel. 

"Direktur dari enam perusahaan tersebut akan kita jemput untuk dilakukan penahanan. Kita kenakan UU tentang Kehutanan dengan ancaman lima tahun penjara,’’ tegasnya.

Sementara itu, Polda juga telah menetapkan 14 tersangka perorangan yang membakar lahan milik pribadi. ‘’Sebelumnya hanya ada 11 tersangka, tetapi bertambah menjadi 14 tersangka. Mereka tertangkap tangan membakar lahan pribadi,'' katanya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova menambahkan, selama penyelidikan Polda telah memeriksa 50 saksi baik dari masyarakat maupun dari pihak perusahaan. ''Dari para saksi itulah kemudian ditetapkan tersangka,'' katanya.

Dalam kaitan itu, Pemerintah Sumsel memerintahkan seluruh puskesmas siaga 24 jam untuk siap melayani masyarakat, yang terkena dampak kabut asap. ‘’Saya menelepon lima bupati yang daerahnya paling banyak terbakar agar puskesmasnya terus siaga,’’ tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,