Antisipasi Korupsi, Kemenkop UKM Latih Koperasi Bandung

Antisipasi Korupsi, Kemenkop UKM Latih Koperasi Bandung

Bandung  - Kementerian Koperasi dan UKM melatih satuan tugas pengawas, satuan tugas lapangan, dan pendamping koperasi simpan pinjam di Bandung,  untuk mengantisipasi penyimpangan yang dilakukan koperasi.

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso BS, Rabu (16/9/2015), mengatakan pihaknya menargetkan mampu melatih para pengawas koperasi simpan pinjam (KSP) untuk menekan risiko penyimpangan yang dilakukan oleh oknum koperasi.

"Di Bandung kita tahu pernah ada kasus, sehingga kami upayakan dilaksanakan pelatihan pengawas koperasi di wilayah ini," kata Prakoso.

Tahun ini, pihaknya menargetkan mampu melatih 1.750 pengawas, petugas lapangan, dan pendamping koperasi di seluruh Indonesia.

Sampai saat ini sudah lebih dari 1.600 orang yang sudah mendapatkan bekal pelatihan pengawasan.

Prakoso mengatakan, pelatihan dilakukan kepada mereka sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pengawas KSP/USP (Unit Simpan Pinjam) agar kinerja koperasi semakin optimal dalam menyejahterakan anggotanya.

"Yang jelas ini juga upaya untuk menekan risiko penyimpangan yang dilakukan oleh oknum koperasi," tukasnya.

Sebab dengan pengawasan dan penegakan hukum yang baik, kinerja koperasi juga dinilainya akan semakin sehat.

"Kami sangat berharap koperasi atau unit simpan pinjam koperasi bisa lebih profesional tapi tetap dalam koridor prinsip dan jati diri koperasi sesuai dengan perundangan yang berlaku," ucapnya, menegaskan.

Prakoso menegaskan pengawasan merupakan faktor yang sangat penting agar koperasi bisa tumbuh lebih profesional dan akuntabel.

Pelatihan serupa, kata dia, akan dilaksanakan di daerah-daerah lain di Indonesia. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,