Ribuan Anak Cianjur Terpisah dari Orangtuanya

Ribuan Anak Cianjur Terpisah dari Orangtuanya

Ribuan Anak Cianjur Terpisah dari Orangtuanya

Cianjur - Ribuan anak di Cianjur, Jabar, terpisah dari orangtuanya dikarenakan faktor kemiskinan, hal tersebut sangat rentan terjadinya "human trafficking" (perdagangan manusia) dan kekerasan terhadap anak, kata Project Officer Save The Children Cianjur Dudi Hidayat.

"Berdasarkan data yang dimiliki ada 200 anak yang terpisah dari orangtuanya, namun dari pantauan pihaknya, anak yang terpisah tersebut sangat banyak dan mencapai ribuan. Hal tersebut berdasarkan pengecekan dari seluruh panti asuhan dan yayasan di Bandung,"katanya di Cianjur, Minggu (02/11/2014).

Ketika anak-anak ditanya dari panti ke panti, mereka sebagai besar mengaku berasal dari Cianjur. Awalnya anak ini tidak bisa melanjutkan sekolah, rentan putus sekolah dan rentan masuk ke dunia kerja. Sehingga mereka dimasukan ke panti asuhan, katanya.

Dia menjelaskan, karena faktor kemiskinan maka anak-anak tersebut diiming-imingi masuk yayasan untuk sekolah di Bandung, ketika sekolah di Kota Kembang, kesannya mereka terjamin pada bidang sosial, fisik dan rohani."Tetapi ketika di panti, seperti diketahui kondisinya sangatlah minim," katanya.

Bahkan, tegas dia, diantara mereka terjebak yang katanya akan dimasukan di yayasan atau panti, tetapi malah masuk ke yayasan pengarah tenaga kerja. Maka ketika mereka masuk yayasan tersebut, dikhawatirkan terjadi perdagangan dan pekerja anak.

"Kasus-kasus yang ditangani P2PT2A banyak yang dipulangkan dari Batam karena iming-imingnya ialah kerja di Bandung dan masuk yayasan. Tetapi ujung-ujungnya malah kerja dan dijual-belikan," katanya.

Sehingga ungkap dia, Save The Children membangun kemitraan dengan P2TP2A Cianjur, untuk memastikan perlindungan anak tidak terpisah dari orangtuanya. Sebab keterpisahan anak di Cianjur tergolong cukup tinggi.

"Anak-anak yang berada di panti asuhan di Bandung ini karena menjadi akses mudah untuk melepas tanggung jawab keluarganya. Seperti yang kita ketahui bahwa akses dari Cianjur Selatan (Cisel) ke Bandung lebih dekat dibandingkan ke Cianjur kota," katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi dan Penanganan Kasus P2TP2A Cianjur, Lidya Indayani Umar, menuturkan, keterpisahan anak dari orangtuanya ini juga disebabkan banyak warga Cianjur yang menjadi TKI. Sehingga, banyak juga anak yang terlantar dan pada akhirnya panti asuhan menjadi solusi utama untuk menitipkan anak.

"Makanya kami adakan beberapa program agar orangtua tetap mengasuh anak. Sebab dalam keadaan dan kondisi apapun, anak lebih baik berada dalam pengasuhan keluarganya. Jadi program kerja kami dengan Save The Children ini, untuk menekan angka kasus pada anak dan keterpisahan mereka dari keluarga," katanya. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:jabar,