Debit Air Irigasi di Garut Terus Menyusut

Debit Air Irigasi di Garut Terus Menyusut

Bandung - Debit air irigasi di Kabupaten Garut  terus menyusut dan tinggal 40 persen dari normal sehingga pemenuhan kebutuhan air areal pertanian tidak bisa merata.

"Para petani kesulitan memenuhi kebutuhan airnya, terutama mereka yang mempunyai lahan di hilir sungai," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) Kabupaten Garut Uu Saepudin melalui telepon seluler, Rabu (16/9/2015).

Ia menuturkan, menyusutnya air irigasi itu dampak dari musim kemarau panjang melanda Garut.

Menurut dia, penyusutan airnya cukup parah, dan berdasarkan kajian di lapangan, ketersediaan air irigasi di Garut hanya tinggal 40 persen.

"Dampak kemaraunya cukup parah termasuk terhadap ketersediaan air irigasi yang kini hanya tinggal 40 persen," katanya.

Ia menyebutkan, Kabupaten Garut memiliki 38 daerah irigasi, sebagian kondisi air di hilir sudah mengering.

Bahkan, lanjut dia, sulitnya mendapatkan air irigasi bukan hanya dialami oleh petani di hilir sungai, melainkan terjadi juga di kawasan hulu sungai.

"Saat ini petani yang berada di kawasan hulu sungai pun mengalami hal yang sama, keterbatasan air pada setiap daerah irigasi," katanya.

Akibat menyusutnya air irigasi itu, kata Uu, banyak areal pertanian di hilir seperti Kecamatan Banyuresmi mengalami kekeringan.

Menurut dia, upaya mengatasi kekeringan yaitu dengan turunnya hujan, musim hujan air irigasi akan kembali normal dan mampu memenuhi kebutuhan air untuk areal pertanian.

"Kita berharap musim kemarau segera berakhir sehingga ketersediaan air irigasi bisa kembali normal," katanya. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,