Remaja Texas "Pembuat Bom Palsu" Diundang Obama

Remaja Texas

Ahmed Mohamed

Austin - Seorang remaja Texas, yang ditangkap dan diborgol karena membawa ke sekolah jam buatan tangannya, yang disangka bom oleh guru, mendapat undangan dari Presiden Barack Obama, Kamis (17/9/2015), untuk berkunjung ke Gedung Putih.

Ahmed Mohamed (14) dituduh membuat bom palsu, kata polisi di Irving.

Dewan Hubungan Amerika-Islam mengatakan Mohamed adalah muslim dan perkara itu menjadi contoh kebencian dan ketakutan, yang sengaja dibuat seputar agama Islam.

Remaja berkacamata siswa kelas 9 itu digelandang dengan tangan diborgol dan mengenakan kaos NASA dari sekolah menengah MacArthur, Senin, karena karyanya, yang dibawa untuk mengesankan teman sekolah dan gurunya.

Pada Rabu, ia menjadi berita hangat di Internet.

"Jam bagus Ahmed. Mau bawa ke Gedung Putih? Kami seharusnya mengilhami lebih banyak anak-anak seperti kamu untuk menyukai sains. Itulah yang membuat Amerika hebat," kata Obama dalam Twitternya.

Gedung Putih mengundang Mohamed untuk berpartisipasi dalam malam astronomi yang digelar Oktober, bersama para astronot NASA dan anak-anak muda lain, kata jurubicara Josh Earnest kepada wartawan.

"Dalam kasus ini, jelas bahwa setidaknya beberapa guru Ahmed mengecewakannya. Itu sungguh menyedihkan," katanya.

Mohamed dalam jumpa pers di depan rumahnya mengatakan akan pergi ke Washington untuk menghadiri Malam Astronomi di Gedung Putih.

Direktur Eksekutif Facebook Mark Zuckerberg juga mengundang remaja itu mampir ke perusahaannya, yang bermarkas di California.

"Mempunyai kemampuan dan napsu membuat sesuatu yang hebat harus mendapatkan tepuk tangan, bukan penangkapan," kata dia dalam Facebook-nya.

Kejadian tersebut memicu gerakan di media gaul dengan nama #IStandWithAhmed, yang menjadi topik paling hangat Twitter Amerika Serikat selama Rabu, dengan hampir 1 juta cuitan, banyak di antaranya mengecam sekolah dan polisi.

"Saya membuat jam itu untuk membuat guru terkesan, tapi ketika saya menunjukkan padanya, dia pikir itu ancaman bagi dia. Sungguh menyedihkan, ia mendapat kesan yang salah dan saya ditangkap hari itu karenanya," katanya.

Remaja itu, yang tertarik pada bidang robotik, mengatakan terdorong oleh dukungan media gaul, suka menciptakan sesuatu, dan akan pindah ke sekolah menengah lain.

Otoritas pendidikan Irving tetap membela tindakan guru tersebut.

"Dari begitu banyak kewaspadaan, kita harus mengambil tindakan," kata juru bicaranya, Lesley Weaver.

Mohamed diborgol dan dibawa ke pusat tahanan, tempat ia diambil sidik jari dan difoto. Ia dibebaskan setelah orangtuanya datang.

Polisi mengatakan, peralatan terdiri atas tampilan digital dan papan sirkuit itu, diletakkan dalam kotak dan bisa saja disangka bom.

Juru bicara polisi James McLellan mengatakan agama yang dianut Mohamed tidak ada kaitannya dengan tanggapan polisi.

Dua polisi sekolah pada awalnya menanyai siswa tersebut dan Mohamed mengatakan membuat jam.

"Ia tidak menjelaskan dengan baik apa benda itu dan mereka merasa perlu menahannya," kata McLellan.

Tidak ada dakwaan dan polisi mengatakan menganggap perkara itu selesai. (AY)

.

Categories:Internasional,
Tags:,