AFI 2015 Gelar Diskusi Film di Bandung

AFI 2015 Gelar Diskusi Film di Bandung

Suasana diskusi film.Indonrsia yang digelar AFI di Gedung Sunan Ambu ISBI Bandung Jumat (18/9/2015)

Bandung- Salah satu kegiatan  Diskusi Film Indonesia yang digelar Apresiasi Film Indonesia bertujuan untuk memperluas kecintaan akan film Indonesia di Indonesia. Diskusi yang digelar di ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) mengambil tema "Daya Budaya Sinema Indonesia" bertujuan demi perkembangan film Indonesia, Jumat (18/9/2015).
 
Demikian dikatakan M Sanggupri M Hum Kepala Bidang Apresiasi & Penghargaan Film Pusat Pengembangan Perfilman Kemendisbud disela-sela acara Diskusi Film Berbasis Nilai Budaya, Kearifan Lokal dan Pembangunan Karakter Bangsa. 
 
Menurut Sanggupri, AFI 2015 dirancang sebagai program yang bertujuan membangun strategi Kebudayaan melalui budaya sinema untuk memperkuat karakter bangsa melalui film. " Budaya film itu mencakup dimensi yang luas dari sekedar produksi film, tetapi juga komunitas yang menghidupkan film, festival yang merayakan film hingga kritik maupun kajian akademi yang menakar bobot perfilman," tandasnya. 
 
Tahun ini AFI 2015,yang keempat kalinya,  kata Sanggupri, acara puncaknya akan digelar di Benteng Rotterdam Makassar tanggal 24 Oktober  2015. 
 
Penjuarian pun akan menilai 14 Kategori Penghargaan Utama seperti Apresiasi Film Fiksi Panjang, Apresiasi Film Fiksi Anak, Apresiasi Film Fiksi Pendek Kategori Umum, Apresiasi film Pendek Kategori Pelajar, Apresiasi Film Dokumenter Kategori Umum, Apresiasi Film Dokumenter Kategori Pelajar, Apresiasi Film Bidgrafi, Apresiasi Festival film, Apresiasi Kritik Film, Apresiasi Poster Film, Apresiasi komunitas film, Apresiasi Pemerintah Daerah, Apresiasi Lembaga Pendidikan Formal, dan Apresiasi untuk Media Cetak.   
 
Sementara itu tampil sebagai pembicara diskusi Dr. Benny Yohanes T, S Sen dan Sudibyo JS, S,Sn, M Sn. mengangkat tema Apresiasi Film Indonesia berbasis nilai budaya, kearifan lokal dan pembangunan karkater bangsa. 
 
Sudibyo JS mengangkat Daya Budaya Sinema Indonesia Strategi Memajukan Bangsa. Menurut Sudibyo, Film bukan sekedar mekanisme sederhana untuk menyampaikan informasi dalam bentuk estetik, melainkan sekaligus sebagai organisasi yang memegang peran strategi dalam memajukan peradaban bangsa. "Sejarah membuktikan terdapat dua penyebab kemajuan peradaban bangsa-bangsa di dunia, yaitu budaya retorika dan budaya ilmu pengetahuan ," kata Sudibyo. 
 
Sedangkan Dr Benny Yohanes, memaparkan sejarah perfilman Indonesia sejak film dibuat hingga saat ini baik film cerita panjang, dokumenter dan lainnya.
 
Tahun ini Apresiasi Film Indonesia (AFI) adalah program kegiatan Kemendikbud  yang dilaksanakan Pusat pengembangan Perfilman yang sudah berlangsung keempat kalinya. (Ode)**
.

Categories:Film,
Tags:,