Area Hutan Taman Nasional Gunung Ciremai Terbakar

Area Hutan Taman Nasional Gunung Ciremai Terbakar

Kuningan -  Kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kembali dilalap api. Kebakaran melanda kawasan gunung tertinggi di Jawa Barat itu terjadi pada dua titik di area terpisah, khususnya di bagian bawah lereng timur laut dan utara Ciremai.
 
Kobaran api kebakaran pertama terjadi pada Jumat sore4, melanda kawasan padat semak belukar minim tegakan pohon di bagian bawah lereng timur laut Ciremai. Tepatnya di sekitar Blok Lambosirsebelah barat Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Jawa Barat.
 
Kawasan TNGC sekitar Blok Lambosir pada ketinggian lereng sekitar 800 meter di atas permukaan laut itu, mulai terjadi sekitar pukul 13.45. "Kebakaran kawasan TNGC bermula dari kebakaran lahan perkebunan PT Gegerhalang, tadi siang. Kobaran api merembet menyeberangi alur jalan pemisah lahan, merembet luas melahap kawasan TNGC," kata Kepala Resort Cigugur Lingkup Balai Taman Nasional Gunung Ciremai Idin Abidin.
 
Saat ini, Idin yang juga anggota Tim Manggala Agni tengah menghimpun kekuatan anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) di Blo Lambosir, untuk berupaya memadamkan kobaran api di lereng gunung tersebut.
 
Pada saat puluhan MPA warga sejumlah desa sekitar Ciremai dan kelompok masyarakat mitra BTNGC tengah sibuk mengatur strategi pemadaman api di Blok Lambosir, kobaran api membakar kawasan hutan serupa sekitar pukul 15.30. Api muncul di Blok Batusaheng, bagian bawah lereng utara Ciremai. Tepatnya di sekitar perbatasan Desa Padabeunghar dan Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, atau di arah selatan dari Objek Wisata Talagaremis.
 
"Kobaran api yang melanda kawasan TNGC di Blok Batusaheng, saat ini sudah berhasil dilokalisasi. Sisa-sisa api di area yang terbakarnya pun sedikit demi sedikit sudah mulai padam," kata Rahman (43), salah seorang warga desa sekitar yang juga anggota Wanadri yang turut membantu memadamkan api kebakaran hutan di Blok Batusaheng.
 
Sedangkan di sekitar Blok Lambosir, terpantau hingga sekitar pukul 18.30, Jumat malam, api masih terus merambat luas mengarah ke bagian atas lereng, dan telah menjangkau posisi ketinggian lereng antara 900 hingga 1.000 mdpl.
 
Untuk mencegah semakin meluasnya rembetan kobaran api tersebut, Balai TNGCtelah mengerahkan puluhan personel tenaga pemadam, untuk mengepung rembetan api di lereng timur laut gunung tersebut.
 
Antara lain anggota MPA dari Desa Padabeunghar, Pasawahan, Singkup, Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, dan dari desa lainnya di sekitar Ciremai. Selain itu, mendapat bantuan tenaga dari Mitra Pengelola Pendakian Gunung Ciremai dan tim Ranger Jalur Pendakian Linggarjati dan Palutungan, serta dari beberapa unsur lainnya.
 
Kawasan Ciremai yang terbakar kali ini merupakan yang terhebat keduakalinya selama musim kemarau ini. Kebakaran pertama pada musim kemarau pada pertengahan Agustus 2015, yang melahap lebih dari 100 hektar lahan hamparan perdu dan semak di bagian utara lereng puncak Ciremai. Sejauh ini, belum diketahui penyebab dan asal api hingga terjadi kebakaran di gunung tersebut. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,