Diana, 'Menciptakan Peluang Kerja di Usia Muda'

Diana, 'Menciptakan Peluang Kerja di Usia Muda'

Diana Paramitha bersama Keluarga, dalam Acara Ngopi Sore bersama Tim Cikalnews, eduplex cafe (16/9). ---RZL/cikalnews

SEJAK usia muda sudah terinspirasi untuk memberi pengaruh pada lingkungan berhasil dibangun oleh mojang Bandung, Diana Paramitha Samsudin, wirausaha muda, model dan ibu rumah tangga. Betapa tidak? Di saat banyak rekannya mengimpikan kelak mampu bekerja di suatu perusahaan mentereng, Diana demikian sapaan akrabnya, justru berpikir bagaimana bisa menciptakan peluang kerja di usia muda tanpa ketergantungan pihak lain. 
 
Dunia bisnis  fesyen pun jadi incarannya. Terlahir dengan latar belakang keluarga yang sudah menggeluti  bisnis sepatu, Diana pun terinspirasi untuk mengembangkan bisnis sepatu dengan segala terobosannya. Sejak masih kuliah, Diana mula-mula merancang secara iseng untuk dikenakan sendiri. Ide membuat sendiri sepatu untuk kuliah, karena melihat sepatu yang ada di pasaran modelnya  terkesan seragam dan kurang inovasi. Mulailah ia iseng merancang  sepatu secara coba-coba.  Hasil rancangannya ternyata disukai teman kuliahnya dan minta memesan secara khusus.
 

“Ketika memulainya memang ada perasaan malu, tapi lama-lama akhirnya semakin percaya diri. Begitu tamat kuliah, berbalik yang awalnya mau kerja di bank akhirnya memilih wirausaha sendiri,” kata Diana di Kantor Redaksi CikalNews.com baru-baru ini. 

 
Bisnisnya kian kokoh karena pasangannya yang  kini menjadi suaminya, Ahmad Candra Lukito pun memberi dukungan penuh terhadap bisnis yang kini dibangun Diana. Mengibarkan bendera DNC Shoes, Diana berbagi  pengalaman kepada Cepi Juniar (Pemred CikalNews.com) dan Wa Ode Ratna Djuwita (Redaktur). 
 
Diana tak hanya dikenal sebagai pengusaha muda di bidang sepatu, di sela-sela kesibukannya masih memiliki waktu untuk bergabung dalam Part Of Luminna Bandung, sebuah agensi untuk menyalurkan bakat di bidang model dan modeling. Sesekali ia pun ikut mejeng menjadi model untuk suatu produk dan berlenggang lenggok di atas catwalk memperagakan baju-baju para desainer ternama. 
 
“Tetapi karena kesibukan, saya lebih banyak tampil jadi model iklan saja, selain waktunya sangat singkat juga tidak terlalu menyita waktu,” alasan ibu dari Shaquila Azzahra Paramitha dan Shalman Khalifa Zidane itu tertawa ramah. 
 
Bagaimana lika-liku DNC Shoes menembus persaingan hingga mampu meletakkan brand dan berani bersaing di antara bisnis yang ada, sementara ekonomi  Indonesia masih kurang stabil, tetapi Diana tetap optimis mampu melewatinya dengan baik. 
 
 
Berikut bincang-bincang CikalNews.com bersama Diana Paramitha Samsudin dalam Ngopi Sore.
 
CIkalNews.com  (CN) :  Bagaimana bisnis sepatu yang ditekuninya, katanya justru tidak terkena imbas dolar yang naik ya?
 
Diana Paramitha Samsudin (Diana): (Tetawa) Alhamdulilah, bisnis DNC Shoes  tetap bisa eksis, kalaupun ada imbas akibat kenaikan dolar AS, itu terjadi pada bahan material dan biaya pengiriman, karena sekarang pengiriman bisa naik sampai 10 persen. Pengaruhnya tetap ada, tetapi  saya harus bisa menyeimbangkan antara suplay dan demand, dan diusahakan untuk para pembeli tidak terbebani. Mau tidak mau kita harus bisa menyesuaikan, agar tetap diminati. 
 
 
CN: Terjun di bisnis sepatu anak muda dan gaul kan gak mudah. Apa yang dilakukan untuk bisa tetap meraih simpati pasar?
 
Diana: Ya memang mempertahankan itu lebih sulit daripada meraih simpati. Mau tidak mau, jika sudah menyerahkan hati  untuk berada di area bisnis,  kita harus berani membuat inovasi. Kreativitas menjadi syarat mutlak bila ingin terjun ke bisnis  fesyen. Apapun bidang bisnisnya, senantiasa dituntut untuk membuat terobosan baru.
 
CN: Langkah apa saja yang dilakukan DNC Shoes  sehingga  bisa semapan sekarang?
 
Diana: Enggak terlalu dahsyat juga sih. Ketika sudah bulat hati ingin membesarkan DNC,  awalnya hanya membuat garis model, ya desain sepatu memang gampang-gampang susah. Setelah menemukan hasil desain, kita lalu terjemahkan dalam bentuk fisik, hasilnya difoto lalu dibuatkan katalog. Saya juga memasukannya ke media social, sekarang kan cukup canggih. Disamping memajangnya di dua toko yang saat ini dijalani. Disamping itu secara kebetulan saya juga masuk di Hijabers Community Bandung, alhamdulilah sambutannya selalu bagus.
 
  
 
CN: Dalam memunculkan model, mengacu kemana? Apakah orisinal  atau dipengaruhi  pergerakan model sepatu dari luar negeri ?
 
Diana: Model  sepatu termasuk cepat juga pergantiannya. Dalam satu fase bisa puluhan model,  inspirasinya mungkin tidak lepas dengan perkembangan model di dunia. Dari sana kemudian kita tinggal mengombinasikan dengan ide orisinal. Sebab dalam satu garis model itu bisa muncul delapan model berbeda, tetapi masih dalam satu kesatuan. Sepatu cukup cepat pergantiannya, jadi kita memang harus selalu siap mengikuti tren yang digemari, atau sedapat mungkin bisa menciptakan trend.
 
CN:  Apa yang menjadi tantangan di pasaran dalam bisnis sepatu?
 
Diana: Sepatu  DNC ini adalah handmade,  sehingga  saya memiliki pekerja sebanyak  17  orang. Mereka inilah yang  membuatnya, bagus tidaknya ada di tangan pekerja.  Tetapi mayoritas garis komando dari saya sebagai pemilik, mereka bagaimana ditugaskan saja.
 
Tantangannya memang ada, misalnya begitu kita keluarkan model  khas DNC Shoes,  dip asaran langsung banyak  ditiru mentah-mentah. Yang membedakan adalah materialnya.  Celakanya, tidak jarang ada protes karena kualitas yang dibeli.   Banyak pembeli datang protes, kenapa cepat rusak? Nah saya berusaha menjelaskan, yang mereka  beli itu bukan  buatan DNC Shoes, tetapi  copiannya. Ini benar-benar cukup menyita waktu juga. Pembeli kan gak mau tahu, padahal salah alamat.
 
CNApa yang menjadi ciri khas DNC Shoes?
 
Diana: Selain kita tetap mempertahankan mutu, juga banyak bermain dengan warna. Warna pastel, putih hitam, gold, akan menjadi  farina DNC Shoes selama ini. Agar lebih diingat saat ini, kami membuatkan videonya, sehingga kapan saja dan di mana saja bisa langsung melihat khasnya dan modelnya melalui medsos. Misalnya di Instagram, Facebook, dan jika di video akan sangat kelihatan khasnya baik muka belakangnya. Ya semua demi menanamkan ciri khas dengan pendekatan gambar-gambar secara hidup.
 
CN: Bisnis sepatu saat-saat kapan mengalami lonjakan tinggi, biasa saja atau bahkan menurun permintaan di pasaran?
 
Diana:  Selama ini memang kita rasakan stabil.  Dalam sebulan masa produksi bisa mencapai  ratusan. Karena rata-rata dalam seminggu kita memproduksi sampai dengan 200 pasang, atau sehari bisa 35 pasang atau lebih. Permintaan paling tinggi memang jika menghadapi waktu-waktu tertentu, seperti perayaan Idulfitri, Tahun Baru atau Idul Adha, ada saja permintaan.
 
CN: Pemasarannya  hanya Bandung kah? Atau sudah merambah ke daerah lain bahkan dunia?
 
Diana: Alhamdulilah, DNC Shoes sudah banyak diketahui orang.  Karena saya main di media sosial dan online shop, mau tidak mau pembeli datang tidak hanya dari Kota Bandung. Sampai sekarang permintaan itu juga datang dari Hongkong dan negara lainnya, tetapi hanya sekali-sekali. Kalau Hongkong  termasuk stabil dalam sebulan ada sekitar 20 pasang terkirim ke Hongkong.
 
 
CN: Setelah dijalani apa sih nikmatnya bisnis sepatu? Tidak tertarik menambah  bidang lainnya?
 
Diana:  (Tertawa), Alhamdulilah, meski sibuk saya masih bisa bekerja di rumah tidak harus meninggalkan anak-anak,  sementara waktu tidak bisa diputar ulang.  Jadi saya benar-benar menikmati kesibukan ini. Pernah juga mengembangkan baju muslim, tetapi sempat terhenti. Kini  baru mulai lagi. Bahkan ingin juga melirik pembuatan kaos kaki wanita, karena ini ternyata satu kesatuan, pangsa saya banyak yang menggunakan Hijab, mereka  menggunakan kaos kaki dalam penampilannya sehari-hari. Selain itu saya tertarik membuat tas sehari-hari. Doakan ya mudah-mudahan bisa terlaksana.
 
CN: Oke sukses ya buat bisnisnya terima kasih atas waktunya.
 
Diana: Terima kasih sama-sama. (Ode/Jr.)**
 
 

BIODATA   

    
Nama Lengkap       : Diana Paramitha Samsudin
Nama Panggilan     : Diana
Tempat Tgl Lahir    : Bandung, 19 November 1988
Status                   :  Menikah
Alamat                  : Singgasana Pradana Jl. Aria Mangkunagara (Soekarno Hatta ) Bandung
 
Profesi                  : Wirausaha, Ibu rumah tangga, Model
Jabatan                 : Founder
Alamat  Store         :  DNC Shoes  1. Alodie Butik Jl. Ir H Juanda No. 81 Bandung
                                                2. Magnetic Island Butik Jl. Veteran No .40 Bandung.
.

Categories:KopiSore,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait