Bohongi Publik, Jokowi-JK Diam-diam Tambah Utang 60,9 T

Bohongi Publik, Jokowi-JK Diam-diam Tambah Utang 60,9 T

Jakarta - Diam-diam pemerintah Indonesia menambah utang dengan meminjam  4,2 miliar  dolar AS, atau setara dengan Rp 60,9 triliun dari Bank Dunia dan Asian Development Bank (ADB). Pinjaman multilateral tersebut akan digunakan untuk menutup defisit anggaran, yang semakin melebar.
 
"Kami memang memilih sumber dari asing karena pasar masih fluktuatif dan pertumbuhan Indonesia tengah melambat," kata pejabat Kementerian Keuangan, Scenaider Siahaan, Selasa (22/9/2015).
 
 Seperti dilansir Reuters,  utang tersebut katanya, akan menambah cadangan devisa Indonesia yang telah turun jadi 103 miliar dolar AS pada minggu ini. Selain itu, pemerintahan Jokowi-JK juga akan mengeluarkan obligasi senilai Rp 500 triliun pada 2016 mendatang. Sebanyak 30 persen dana itu akan diambil dari asing.
 
Bohongi Publik
Sebelumnya,  Direktur Operasional Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde datang saat ekonomi Indonesia bergejolak. Perlambatan ekonomi pun terus berlangsung. Diperparah anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
 
Kabar kedatangannya diikuti berbagai spekulasi. Utamanya soal utang mengingat Indonesia cukup lama terbelit utang IMF, sebelum akhirnya benar-benar bebas dari utang lembaga keuangan internasional itu pada 2006.
 
Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati telah mengingatkan pemerintah, khususnya Presiden Jokowi untuk berhati-hati terhadap motif tersembunyi yang mungkin akan dijalankan IMF. "Memang kehati-hatian itu harus. Jadi bukan kita curiga (kepada IMF), tapi betul-betul kita harus hati-hati agar kita tidak terjerembab pada lubang yang sama," kata Enny.
 
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menkopolhukam Luhut Panjaitan hingga Wakil Presiden Jusuf Kalla, kompak mengelak mengenai munculnya spekulasi tersebut.
 
 Agus Marto menjelaskan, mantan menteri keuangan Perancis itu datang atas undangan pihaknya. Kedatangannya untuk membicarakan perkembangan ekonomi dunia dan respons negara Asia menyikapi kondisi ekonomi terkini.
 
Sementara Luhut mengatakan, bos IMF tersebut tidak sama seperti saat petinggi IMF datang ketika Indonesia dilanda krisis pada 1997-1998. Hal serupa diutarakan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
 
Kalla menjelaskan, pemberian utang dari lembaga manapun, termasuk IMF selalu didahului permintaan dari negara yang bersangkutan. JK menegaskan, hingga saat ini tidak ada pengajuan utang dari pemerintah Indonesia kepada IMF. "Ya kalau kita tidak minta, bagaimana menyalurkannya? Utang itu diminta dulu. Kalau tidak diminta macam mana?," kata JK. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,