Saudi Kerahkan 4.000 Orang Tim Penyelamat dan 220 Ambulans

Saudi Kerahkan 4.000 Orang Tim Penyelamat dan 220 Ambulans

Saudi Arabia - Arab Saudi mengerahkan 4.000 personel untuk membantu korban yang terluka akibat desak-desakan jemaah saat keluar dari kota Mina menuju Jamarat pada Kamis.

Setidaknya 717 orang tewas dan 895 lainnya luka-luka setelah mereka berdesakan dan terinjak-injak di jalan menuju lokasi lempar jumrah.

Yang terluka telah dievakuasi ke empat rumah sakit yang berbeda di wilayah Mina menurut laporan Al-Jazeera mengutip Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Saudi Arabia.

Mina adalah tempat para jemaah melemparkan batu kerikil ke tiga dinding batu sebagai simbol "marajam" iblis. Di dekat lokasi itu berdiri lebih dari 160.000 tenda tempat para jemaah bermalam selama berhaji.

Menurut wartawan Al-Jazeera, insiden itu terjadi di jalan antara lokasi melempar jumroh dengan perkemahan para jemaaah. 

"Jalan dimana itu terjadi bernama Jalan 204," katanya.

Selama dan setelah kejadian, para jemaah terus berdatangan ke Mina untuk lempar jumroh.

Video amatir yang dibagikan di media sosial menunjukkan tubuh jemaah laki-laki yang mengenakan baju ihram tergeletak bersama kursi roda dan botol minuman yang hancur.

Kepala Komite Haji Pusat, Pangeran Khaled al-Faisal, menyalahkan insiden itu kepada "beberapa jemaah dari negara Afrika".

Jemaah yang selamat tampak berdiri di pinggir jalan, sementara petugas penyelamat yang mengenakan rompi oranye dan kuning menyisir lokasi.

Sekitar 4.000 orang tim penyelamat berpartisipasi dalam operasi untuk membantu para korban luka dan sekitar 220 ambulans diarahkan ke lokasi kejadian, kata seorang juru bicara pertahanan sipil setempat.

Pemerintah Saudi Arabia sudah mengambil tindakan pencegahan untuk menjamin keamanan dan keselamatan para jemaah, terutama setelah tragedi crane ambruk di kompleks Masjidil Haram beberapa waktu lalu.

Pada tahun 2006, lebih dari 360 jemaah tewas dalam desak-desakan serupa di Mina.

Sehari sebelum musim haji 2006 dimulai, sebuah bangunan delapan lantai yang digunakan sebagai asrama dekat Masjidil Haram runtuh, menewaskan sedikitnya 73 orang.

Dua tahun sebelumnya, insiden di Mina telah menewaskan 244 orang dan melukai ratusan lainnya pada hari terakhir dari musim haji. Pada 2001, tragedi desak-desakan di Mina menewaskan 35 orang.

Tragedi haji terburuk, yang terjadi pada 1990, menewaskan 1.426 jemaah dalam desak-desakan di sebuah terowongan pejalan kaki yang penuh sesak menuju tempat suci di Makkah. (AY)

.

Categories:Internasional,
Tags:,