Imigran Gelap di Cidaun Mengaku Wisatawan

Imigran Gelap di Cidaun Mengaku Wisatawan

Bandung - Kepolisian Daerah Jawa Barat menyatakan puluhan imigran gelap yang terdampar di Pantai Cidaun, Kabupaten Cianjur (23/9) mengaku sebagai wisatawan yang dokomen resminya hilang.

"Untuk WNA (warga negara asing) India menyampaikan bahwa sebenarnya mereka 'tourist' tapi paspornya diambil oleh seseorang," kata Kepala Bidang Humas Polda Jaa Barat Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono melalui telepon seluler di Bandung, Kamis (24/9/2015).

Selain mengaku berwisata, kata Pudjo, ada juga enam warga negara dari Bangladesh membawa keterangan "asylum seeker" atau pencari suaka dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

Namun berbagai pengakuan dari imigran tersebut, lanjutnya perlu diteliti dan diklarifikasi lebih lanjut. "Masih diklarifikasi kebenarannya," katanya. Dugaan sementara pengakuan imigran itu, kata Pudjo, merupakan modus dengan hilangnya identitas maka tidak dapat dikembalikan ke negara asalnya.

Para imigran yang tidak memiliki identitas diri itu, lanjut dia, akhirnya dikirim ke UNHCR lalu diberikan status pengungsi. "Kebanyakan dari modus yang dilakukan adalah semua identitas dibuang, sehingga jika akan dideportasi maka negara yang menolak tidak bisa mengembalikan ke negara asal," katanya.

Selanjutnya keberadaan imigran yang terdampar di Cianjur itu dibawa ke kantor Imigrasi Sukabumi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Di Imigrasi Sukabumi sedang didalami oleh Imigrasi dan Polres Cianjur," katanya.

Sebelumnya imigran berjumlah 21 orang dari Negara Bangladesh, India dan Pakistan itu ditemukan terdampar di perairan Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun. Seluruh imigran itu diduga hendak menyeberang laut selatan Jabar menggunakan perahu nelayan untuk menuju Crismast Island, Australia. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:,