SDSN Pantau Pembangunan Berkelanjutan

SDSN Pantau Pembangunan Berkelanjutan

Bandung - Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin mengatakan Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan PBB atau United Nations Sustainable Development Solution Network (SDSN) berfungsi memantau pelaksanaan dari Tujuan-tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs.

"SDSN berfungsi sebagai pengendali dan pemantau pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) melalui kemitraan global antarsemua sektor, baik pemerintah maupun masyarakat madani," kata Din dalam keterangan tertulisnya yang diterima Antara, di Bandung, Sabtu (26/9/2015).

Din yang diangkat menjadi salah seorang anggota SDSN untuk mewakili Islam (dalam kapasitas sebagai Co-President of Religions for Peace dan kala itu Ketua Umum Muhammadiyah), mengatakan lembaga ini dibentuk Sekjen PBB untuk membantu memberi solusi terhadap penerapan SDGs.

SDSN sendiri terdiri dari seratusan tokoh berbagai bidang, antara lain mantan pejabat, akademisi, pengusaha, profesional, dan tokoh agama. Kalangan agamawan dituntut perannya untuk memberi perspektif etika bagi penerapan agenda SDGs tersebut.

"Saya merasa mendapat kehormatan dan bergembira dapat bergabung dengan SDSN serta akan memberikan pikiran terbaik bagi pembangunan dan kemanusiaan," ujarnya.

Selain Din ada juga beberapa anggota SDSN dari Indonesia, antara lain Mantan Menlu Hasan Wirayuda, Mantan Menparekraf Mari Elka Pangestu dan Cherie Nursalim mewakili sebuah LSM di Singapura.

"SDGs yang segera diterapkan di seluruh negara memang memerlukan dukungan segenap sektor masyarakat," ujarnya.

SDGs merupakan pelanjut atau pengganti Millennium Development Goals (MDGs) dan akan disahkan Sidang Umum PBB yang berlangsung tanggal 25-27 September tahun ini.

"Untuk itu ada sejumlah kelompok-kelompok tematis sesuai dengan 17 Agenda SDGs, seperti kemiskinan, buta aksara, pengangguran, keadilan gender, atau kerusakan lingkungan, dan lain-lain," katanya.

Pada Sidang Umum PBB yang akan mengesahkan SDGs, hadir seratusan kepala negara dan pemerintahan. Indonesia diwakili oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri dalam Kabinet Kerja. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,