Jemaah Haji Diminta Isolasi di Rumah 14 Hari

Jemaah Haji Diminta Isolasi di Rumah 14 Hari

Bandung - Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Bandung, dr. Ananto Prasetya Hadi mengimbau seluruh jamaah haji yang pulang ke Tanah Air untuk melakukan isolasi rumah atau tidak keluar rumah selama 14 hari untuk menghindari kemungkinan penularan penyakit dari Arab Saudi seperti MERS corona virus (CoV).

"Kita memberikan imbauan kepada jamaah supaya nanti sepulangnya dari Arab Saudi, minimal tujuh hari tidak keluar rumah dan kalau bisa 14 hari lebih bagus lagi karena masa inkubasi penyakit MERS itu tujuh hari," kata Ananto Prasetya Hadi, pada acara Table Top Exercise Kesiapsiagaan Kasus MERS-CoV pada Jamaah Haji yang Baru Pulang dari Arab Saudi, di Kota Bandung, Senin (28/9/2015).

Ia menuturkan selama menjalani masa isolasi rumah maka setiap jamaah haji diharapkan untuk tidak bepergian ke tempat umum dan melakukan interaksi dengan orang lain.

"Kalau pun harus berinteraksi dengan banyak orang di pusat keramaian, minimal mereka menggunakan masker selama beraktivitas di rumah," kata dia.

Selain itu, lanjut Ananto, jamaah haji harus tetap mengkonsumsi makanan bergizi, minum air putih yang cukup dan tetap menjaga perilaku hidup sehat dan bersih seperti cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

"Dan kalau sampai 14 hari setelah kepulangan dia sehat, tidak menunjukkan gejala apa-apa maka dia bisa beraktivitas seperti biasanya. Artinya masa pengamatan kita selama 14 hari itu," kata dia.

Menurut dia, jika petugas menemukan jamaah haji yang menunjukkan gejala MERS maka akan langsung dikarantina ketika tiba pertama kali di bandara.

"Kalau terdeteksi panas, di Halim Perdana Kusumah maka kita akan melakukan pemeriksaan lagi. Panasnya kenapa, kalau dicurigai tertular penyakit MERS CoV maka akan dirujuk langsung ke rumah sakit di sana," kata dia.

Ia menambahkan jika selama masa isolasi rumah tersebut suhu tubuh jamaah haji di atas 40 derajat celcius, batuk atau bersin maka segera pergi ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas atau klinik.

Lebih lanjut ia mengatakan setiap jamaah haji yang tiba di Indonesia akan diberi Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji (K3HJ).

"Simpan kartu tersebut dan bawa kartu ini jika sakit atau berobat ke fasilitas kesehatan yang dituju," kata dia.

Sementara itu, Direktur Surveilans, Imunisasi, Karantina dan Kesehatan Matra Kemenkes RI dr Wiendra Waworuntu menambahkan pada musim haji tahun ini, di Arab Saudi sedang terjadi peningkatan kasus MERS CoV .

Penyakit ini dapat menular antar manusia secara terbatas dan kemungkinan penularannya dapat melalui percikan dahak pada saat pasien batuk atau bersin serta menular secara tidak langsung melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi virus.

"Hingga saat ini belum ada vaksin yang tersedia dan pengobatan yang bersifat spesifik belum ada sehingga pengobatan yang dilakukan tergantung dari kondisi pasien," kata dia. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,