Rina, Warga Cimahi Meninggal dalam Tragedi Mina

Rina, Warga Cimahi Meninggal dalam Tragedi Mina

Keluarga Rina Oktarina (45), Korban tragedi Mina. ---Foto: Dok. galamedianews.com

Cimahi - Pihak keluarga akhirnya mendapat kepastian Rina Oktarina (45), telah meninggal dunia pada Senin (28/9/2015) pagi. Kabar itu diperoleh setelah melakukan pencarian keberadaan Rina sejak kejadian tragedi Mina pada Kamis, 24 September waktu Arab Saudi. 
 
Keluarga mengiklaskan kepergian Rina, namun berharap informasi kondisi jemaah haji dapat disampaikan pemerintah dengan cepat dan akurat. Kesedihan meliputi keluarga ibu  tiga orang anak, terutama anak bungsunya Akmal (13) yang terus menangisi kepergian ibunya untuk selamanya.
 
Warga dan kerabat pun berdatangan ke rumah korban di Kp. Babakan Sari Kel. Padasuka Kec. Cimahi Tengah Kota Cimahi. Sedangkan anak tertua Rina, Alviana Nurul mengatakan, kabar kematian ibunya didapat dari Daker Mekah dan pemberitaan di televisi.
 
"Namun tidak ada kejelasan dari pemerintah dan KBIH Persis. Kami belajar iklas, itulah yang terbaik untuk Mama," katanya.
 
Rina berangkat ke Tanah Suci pada 13 September 2015 melalui Kloter 61 JKS embarkasi Bekasi-Jakarta. Meski bermukim di Cimahi, dia berangkat dengan rombongan Kab. Bandung tergabung dalam KBIH Persis.
 
Saudara Rina lainnya, Machmud Mubarok mengatakan, pihaknya mendapat informasi langsung dari panitia penyelenggara haji daerah kerja Mekah. Dipastikan saudara kami, Rina meninggal dunia.
 
Setelah itu keluarga langsung mengecek informasi tersebut ke KBIH Persis tempat Rina bergabung. "Sejak kejadian kami mencari informasi kemana-mana, kami juga hubungi KBIH tapi tidak memberikan informasi terkini. Saat kami tanyakan informasi Rina telah meninggal yang kami dapat dari Daker Mekah, KBIH malah minta maaf karena informasinya tidak update," ujarnya.
 
"Ini terkait dengan manajemen penyelenggaraan haji. Kloter 61 telah melaksanakan ibadah lempar jumrah di saat waktu yang tidak dianjurkan bagi warga Indonesia, karena waktu padat dan diberi waktu pada siang-sore hari. Kami tidak tahu kenapa mereka sampai melaksanakan lempar jumrah di luar jadwal yang sudah diberikan," tegasnya.
 
Namun demikian, keluarga menyadari kejadian ini adalah ketetapan Allah SWT. "Kami juga menyadari jenazah tidak bisa dibawa ke Indonesia, kami pasrah kepada pemerintah untuk mengurus dan yakin dilakukan sebaik-baiknya," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,