Pembebasan Lahan Tol Soroja Disorot DPRD Jabar

Pembebasan Lahan Tol Soroja Disorot DPRD Jabar

Bandung - DPRD Jawa Barat berharap pemerintah daerah segera menuntaskan proses pembebasan lahan pembangunan Jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) yang tinggal 10 persen agar pembangunan jalan tol tersebut bisa sesuai target dan berjalan lancar.


"Kami ingin penyelesaian proses pembebasan lahan yang tinggal 10 persen tersebut harus dituntaskan pada tahun ini. Sehingga hal tersebut pun tidak menjadi permasalahan," kata Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat Ali Hasan di Bandung, Selasa (29/9/2015).

Menurut dia, pembangunan jalan tol yang memiliki panjang sekitar delapan kilometer tersebut harus selesai tepat waktu yakni Agustus 2016 karena akan digunakan sebagai sarana penunjang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016.

"Pembebasan lahan itu hal yang penting terlebih selama ini pembangunan infrastruktur jalan selalu terkendala dengan permasalahan pembebasan lahan," kata dia. 

Menurut dia, saat ini anggaran untuk pembebasan lahan Tol Soroja yang sudah dialokasikan dan mencapai sekitar Rp300 miliar. 

"Sehingga proses pembebasan lahan ini kan tanggung jawab satuan kerja dari pemerintah pusat. Ini harus jadi perhatian serius, apalagi lahan yang belum diselesaikan tinggal sekitar satu km lagi. Saya yakin pemerintah pusat bisa segera menyelesaikannya," kata dia. 

Politisi dari Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Barat ini meminta kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus proaktif dalam menyelesaikan pembebasan lahan Tol Soroja.

Pada 10 September 2015, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono Meresmikan groundbreaking Tol Soroja, di kawasan Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

Basuki mengatakan, pembangunan jalan tol dengan nilai investasi Rp1,51 triliun yang akan dibangun dengan struktur atgrade ini akan dibagi menjadi tiga seksi.

"Selain itu jalan tol ini akan memiliki tiga interchange yakni di Pasirkoja, Margaasih dan Katapang serta memiliki enam gerbang tol," kata dia.

Menurut dia, pembangunan jalan tol yang memiliki panjang sekitar 8-9 kilometer ini bertujuan untuk pemerataan perkembangan daerah.

"Selama ini perkembangan masih bertumpu pada kawasan Bandung Utara, padahal kawasan Bandung Selatan juga memiliki potensi yang tidak kalah untuk dikembangkan," kata dia.(Ode)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,