Mayoritas Area Publik di Jakarta Berasap Rokok

Mayoritas Area Publik di Jakarta Berasap Rokok

Jakarta - Koalisi masyarakat antirokok Smoke Free Jakarta (SFJ) merilis kajian yaitu 70 persen area umum di Jakarta belum bebas dari asap rokok.

"Aturan sudah ada agar area publik bersih dari rokok, tapi belum ditegakkan," kata Koordinator Koalisi SFJ Dollaris Riauaty (Waty) di Jakarta, Selasa (29/9/2015).

Waty mengatakan riset dilakukan di 1.550 tempat umum di Jakarta pada 2014-2015. Objek yang menjadi sasaran pengamatan adalah mall, hotel, restoran, kantor, tempat ibadah, tempat pelayanan kesehatan, sekolah, tempat hiburan, pasar dan tempat publik lainnya.

Jumlah sebaran ketaatan paling rendah adalah fasilitas publik di area Jakarta Selatan dengan prosentase 27 persen. Terendah berikutnya diikuti Jakarta Barat (32 persen), Jakarta Utara (36 persen), Jakarta Pusat (40 persen) dan Jakarta Timur (44 persen).

Tindak lanjut SFJ, kata Waty, adalah menyampaikan hasil kajian itu ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Waty mengatakan pihaknya telah meminta Pemprov DKI untuk segera mengeluarkan surat peringatan kepada manajemen gedung yang tidak taat. SFJ juga mendesak pengawasan lebih lanjut dan hasil pengawasan itu disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta.

"Singkatnya tegakkan peraturan dan terapkan sanksi," kata dia.

Koordinator Koalisi SFJ juga mengatakan sejatinya telah ada sanksi sesuai peraturan, tapi penindakan kurang tegas. Salah satu contoh sanksi itu tercantum di Pergub No 50/2012 yaitu berupa peringatan kepada tempat publik yang tidak taat, penyebutan nama (publikasi soal ketidaktaatan), penghentian operasi gedung/tempat publik untuk sementara dan pada tahap paling berat yaitu pencabutan izin.

Waty juga meminta adanya partisipasi masyarakat untuk melaporkan tempat-tempat yang tidak taat lewat beberapa saluran. Di antaranya seperti melaporkan pelanggaran lewat aplikasi Android yaitu Qlue Smart City (milik Pemprov DKI), lewat laman www.smokefreejakarta.or.id dan atau melalui telepon di nomor (021) 5228694.

Cara yang dapat ditempuh untuk melaporkan, kata Waty, yaitu dengan mengamati dan memotret apabila menemukan ada aktivitas terkait rokok di area publik. Misalnya peristiwa merokoknya orang di dalam gedung, terdapat asbak, tidak ada tanda dilarang merokok, tercium bau asap rokok, ditemukan puntung rokok dan adanya ruang khusus merokok di area publik.

Soal adanya ruang khusus merokok di area publik, kata Waty, sudah dilarang oleh Pemprov DKI sehingga apabila masih ada tempat tersendiri untuk menghisap tembakau maka dapat dilaporkan. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:,