KONI Jabar Ubah Skenario Pelatihan Atlet

KONI Jabar Ubah Skenario Pelatihan Atlet

Bandung - KONI Jawa Barat melakukan perubahan skenario pelatihan atlet di sejumlah cabang olahraga akibat adanya perubahan kondisi yang dihadapi Pelatdadi cabang itu.

"Secara umum penyelenggaran Pelatda PON XIX/2016 berjalan di trek awal, namun ada beberapa yang harus menggunakan skenario kedua setelah kondisi di lapangan membuat program Pelatda tidak optimal," kata Ketua KONI Jawa Barat Ahmad Saefudin di Bandung, Rabu (30/9/2015).

Menurut dia, dinamika Pelatda PON XIX/2016 terus bergulir dan semuanya berproses melibatkan atlet, pelatih, official dan KONI Jabar. Namun demikian koordinasi dan komunikasi terus terjaga sehingga dinamika itu bisa dilakukan perbaikan.

Ia mengakui belum semua cabang olahraga bisa melakukan pelatihan terpusat atau training camp karena berbagai alasan. Atau terkendala dengan peralatan atau kelengkapan latihan yang belum mendukung sepenuhnya.

Ia mencontohkan cabang olahraga menembak, yang belum bisa melakukan Pelatda secara optimal karena terkendala dengan fasilitas latihan yang belum sesuai dengan standard.

"Menembak saat ini masih menggunakan peralatan latihan manual, dan itu tidak sesuai standard untuk PON. Sehingga jelas hal itu tidak membuat latihan optimal," katanya.

Di sisi lain, KONI Jabar tidak ada kewenangan untuk melakukan pengadaan peralatan pertandingan menembak itu karena untuk melengkapi fasilitas pertandingan itu wewenang PB PON XIX/2016.

"Idealnya saat ini atlet Jabar sudah merasakan latihan dengan fasilitas standar pertandingan PON XIX/2016, namun karena belum ada ya terpaksa kita lakukan dengan alat yang ada," kata Saefudin.

Selain menembak, kata dia ada beberapa cabang lainnya yang terpaksa harus melakukan perubahan skenario program latihan karena masih ada keterbatasan.

"Saya tidak menutup mata masih ada yang belum terpenuhi sepenuhnya peralatan latihan, namun diharapkan tidak menyurutkan semangat atlet dan pelatih untuk menempa diri, dan saya yakin semangat untuk menjadi juara di rumah sendiri atau PON XIX/2016 modal besar, dan kamipun akan terus berupaya memfasilitasi dan melengkapi," kata Saefudin.

Selain itu, komunikasi dan koordinasi dengan Pelatda juga ditingkatkan, salah satunya dengan meluncurkan call center untuk atlet, pelatih dan official guna menyampaikan masalah yang dihadapinya.

Lebih lanjut, Ahmad Saefudin juga mengapresiasi atas dukungan orang tua dan keluarga atlet, bahkan ia berharap ikatan orang tua dan keluarga atlet bisa meningkatkan motivasi dan semangat atlet sekaligus menanamkan loyalitas mereka terhadap daerah.

"Keluarga merupakan elemen penting bagi atlet Jabar. Keluarga menanamkan berperan besar menentukan karakter dan loyalitas bagi atlet," kata Ahmad Saefudin menambahkan. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:,