Ke Depan Petugas Haji Harus Tentara dan Polri

Ke Depan Petugas Haji Harus Tentara dan Polri

Dokumentasi lautan jemaah haji memenuhi tenda-tenda dan ruas jalan di Mina untuk Mabit menunggu waktu yang tepat untuk melaksanakan lontar jumroh (ula, wustha dan aqabah), di Mina, Arab Saudi, (26/9). (Kementerian Agama)

Jakarta - Ketua Tim Pengawas Haji DPR, Fahri Hamzah, menyatakan, pada masa mendatang petugas haji harus dilatih terlebih dulu. Ada baiknya petugas haji ke depan adalah dari tentara dan polisi Indonesia.
 
Jika ini betul-betul dilaksanakan, maka bertambah lagi tugas TNI di luar tugas pokoknya di bidang pertahanan negara, setelah banyak diberi "titipan" tugas dari pemerintahan sipil di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, di antaranya mengawal swasembada pangan nasional melalui komando teritorial TNI AD. 

"Petugas haji ke depan adalah tentara dan polisi kita. Karena mereka kuat dan tahan dengan kondisi seperti di Arab Saudi. Misalnya Pasukan Pemelihara Perdamaian yang terbiasa dengan keadaan ekstrem," katanya, di Jakarta, Rabu (30/9/2015).

Dia juga menyatakan jumlah petugas ini harus ditambah atau diperbanyak, "Idealnya ditambah karena jumlahnya sekarang dirasa kurang," kata dia.

"Petugas haji harus dilatih setahun sebelum menjadi petugas haji karena cuaca di sana (Arab Saudi) sangat ekstrem," kata dia.

Namanya petugas, seharusnya lebih siap ketimbang jemaah yang dia layani. Akan tetapi, kata dia, "Ada petugas terkena, terpukul karena cuaca."(Ode)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,