2 Mantan Pejabat Kemenhub Ditahan Kejagung

2 Mantan Pejabat Kemenhub Ditahan Kejagung

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Tony Tri Spontana

Jakarta - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap kasus korupsi, yang melibatkan sejumlah mantan pejabat di Kementerian Perhubungan. 
 
Dua orang mantan pejabat di Kemenhub ditetapkan sebagai tersangka dan segera mendekam di penjara. "Hari ini telah dilakukan penahanan pada dua orang tersangka, yaitu YS dan IR dalam kasus DDT KAI," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Tony Tri Spontana, di Jakarta, Senin (3/11).
 
Menurutnya, dalam kasus ini dua orang yang terlibat itu adalah pensiunan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub bernama Yoyo Sulaiman dan mantan Bendahara Proyek Double Track bernama Iskandar Rasyid.
 
Yoyo, lanjut Tony, dalam proyek ini selaku Kuasa Pengguna Anggaran sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen. Dalam perkara yang tengah ditangani penyidik, mereka diketahui telah mengeluarkan anggaran pembebasan lahan DDT di Jabar secara dobel.
 
"Modusnya tanah untuk pengembangan DDT PT KAI sudah dibebaskan, tetapi mereka mengeluarkan anggaran pembebasan lagi. Jadi dobel," jelas Tony.
 
Akibatnya, negara mengalami kerugian Rp 22,7 miliar, dan keduanya tengah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejagung. Penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka lainnya. Mereka adalah mantan Walikota Medan, Abdillah dan Rahudman Harahap.Kedua mantan walikota itu diduga telah menjual aset negara kepada pihak lain. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:kpk,