Pembunuhan Salim Kancil Segera Diselidiki Komnas HAM

Pembunuhan Salim Kancil Segera Diselidiki Komnas HAM

Lumajang-Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) turun tangan.  Pada hari Senin (5/10) akan menyelidiki perkara penganiayaan dan pembunuhan aktivis antitambang bernama Salim alias Kancil di Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.
 
Dalam kesempatan itu Komnas HAM akan mengumpulkan bukti, dokumen dan keterangan dari sejumlah pihak, termasuk korban, saksi, Kepolisian, Bupati Lumajang dan Perhutani.
 
"Ini jelas kejahatan terhadap kemanusiaan. Komnas HAM menerima laporan selama ini ada tiga korban jiwa," ujar Wakil Ketua Komnas HAM, Siti Noor Laila sebagaimana dilaporkan wartawan Eko Widianto dari Lumajang.
Komnas HAM juga akan menginvestigasi dugaan pembiaran oleh aparatur negara dan pemerintah. Sebab sebelum kejadian penganiayaan yang menyebabkan Salim alias Kancil tewas dan Tosan luka parah, mereka telah melaporkan adanya ancaman pembunuhan terhadap mereka ke polisi.
 
"Jika polisi bergerak tak perlu ada korban jiwa. Terkesan negara tidak hadir. Memberikan hak hidup aman," ujarnya.
Pada 9 September 2015, sejumlah aktivis antitambang menerima ancaman pembunuhan. Mereka melaporkan secara tertulis ke Kepolisian Resor Lumajang.
Namun, Kepolisian Resor Lumajang baru mengeluarkan perintah untuk menyidik perkara tersebut.

Dugaan penyuapan

Sementara itu, pada hari Jumat (02/10) Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Anton Setiadi mengumumkan bahwa dua personil polisi diduga menerima suap dalam kasus penambangan pasir.
 
"Anggota menerima sesuatu, dan akan dibuktikan. Sekarang dalam penyelidikan lebih lanjut," ujar Anton.
Soal dugaan itu, Kepala Kepolisian Resor Lumajang, Ajun Komisaris Besar Fadly Munzir Ismail mengatakan dirinya juga siap diperiksa.
 
"Saya juga siap diperiksa, jika terbukti akan ada sanksi internal," katanya.
Petani bernama Salim alias Kanci tewas karena diduga dianiaya dengan senjata tajam, dan dipukul dengan batu di depan Balai Desa Selok Awar-Awar, Sabtu 26 September 2015.
 
Salim kemudian meninggal dunia. Di tempat terpisah, Tosan, petani lain yang juga merupakan penentang aktivitas penambangan, mengalami luka berat yang diduga merupakan akibat dari siskaan seperti dilansir BBC.(Ode)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,