27 Perguruan Tinggi Swasta di Jabar Dinonaktifkan

27 Perguruan Tinggi Swasta di Jabar Dinonaktifkan

Bandung - Jumlah perguruan tinggi swasta (PTS) swasta di Jawa Barat yang dinonaktifkan oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi mencapai 27 PTS. Demikian berdasarkan data yang dimiliki Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, setelah Disdik berkoordinasinasi dengan Kopertis dan Kopertais.
 
Kepala Dikmenti Disdik Jabar, Dodin R Nuryadin menyatakan, sebagian besar PTS yang dinonaktifkan Kemenristek Dikti terutama karena tidak menyelenggarakan proses akademis secara teratur. Misalnya, tidak mengisi data pokok pendidikan (Dapodik) rutin setiap hari.

"Mengisi data bahkan kehadiran dosen dan mahasiswa harus teratur dilaporkan melalui data Dapodik. Ini banyak yang tidak melaksanakan, sehingga jadi bahan evaluasi kementerian yang pada akhirnya dinonaktifkan," kata Dodin.

Menurutnya, selain itu faktor lainnya adalah karena rasio dosen dan mahasiswa tidak ideal. Ini juga menjadi penilaian Kemenristek Dikti, karena dikhawatirkan akan mempengaruhi kualitas lulusan. Adanya penonaktifan PTS di Jabar memang mencoreng nama baik Jawa Barat. Ini menjadi pelajaran penting bagi PTS  yang ada di Jabar agar ke depannya tidak terulang lagi.

"Salah satu sanksi yang diberikan kepada PTS non-aktif, tidak boleh menerima mahasiswa baru selama kampusnya belum diaktifkan lagi," tegas Dodin.

Diperkirakan, jika dari 27 PTS tersebut bisa menampung 300 mahasiswa baru per tahun maka akan mengurangi angka partisipasi kasar (APK) lulusan PTS di Jabar menjadi rendah. Selain itu, kesempatan sekitar 8.000-an warga akan terpasung haknya untuk mendapatkan bangku kuliah.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemenristek Dikti, Ainun Naim menjelaskan, kampus berstatus nonaktif tidak berarti penyelenggaraan perkuliahan dihentikan. Namun untuk sementara kampus itu tidak diperkenalkan menerima mahasiswa baru, hingga status kampus itu dinyatakan aktif kembali.

"Kami meminta mahasiswa yang berada di kampus nonaktif untuk tidak cemas. Pemerintah akan membantu upaya relokasi mahasiswa ke PTS yang lain, jika memang diperlukan pemindahan mahasiswanya," katanya. Opsi itu dilakukan karena Kemenristek Dikti mendesak agar PTS nonaktif bisa memberi pelayanan sesuai stadar bagi mahasiswanya.

Berbeda dengan data Disdik, data di Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) Kemristek Dikti menyebutkan, ada 243 PTS yang statusnya dinyatakan nonaktif. Sebanyak 47 di antaranya berada di Jabar.

Penonaktifan PTS itu sendiri, lanjut Ainun dimaksudkan terutama untuk memberi kesempatan ke PT agar memberi pelayanan maksimal kepada mahasiswanya sesuai dengan standar yang diinginkan. Terutama tentang Pengendalian rasio dosen dan mahasiswa. (Jr.)**
.

Categories:Pendidikan,
Tags:,