Menyoal Kabut Asap, Masyarakat Riau Gugat Pemerintah

Menyoal Kabut Asap, Masyarakat Riau Gugat Pemerintah

Asap, Lembaga masyarakat Provinsi Riau Gugat Pemerintah

Pekanbaru - Mempersoalkan bencana kabut asap yang tak kunjung mereda khususnya di Provinsi Riau, menyebabkan sejumlah lembaga masyarakat di provinsi ini mengajukan gugatan ke pemerintah dan perusahaan.

Jatuhnya korban jiwa dan ancaman kesehatan bagi seluruh masyarakat Provinsi Riau terkait dengan bencana kabut asap, menjadi alasan dasar gugatan perwakilan atau class action tersebut dilakukan.

"Kami sudah membuka sejumlah posko pengaduan di beberapa kecamatan dan kota di Riau. Kami juga sudah kesal dengan bencana ini, sepertinya pemerintah juga tak menunjukkan iktikad baik," kata Ketua Harian Lembaga Adat Melayu Riau, Al Azhar, Selasa (6/10/2015).

Ia mengatakan, upaya yang mereka lakukan hendaknya dapat ditiru oleh daerah lain yang terkena paparan asap. Ia berkeyakinan dengan cara tersebut akan menyadarkan pemerintah, bahwa ancaman kabut asap memang sudah sangat meresahkan warga.

"Masyarakat dan publik punya hak menggugat, sehingga harus dimanfaatkan. Jangan sampai kabut asap terus membawa korban," katanya.

Menurut Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Riko Kurniawan, pihaknya sangat mengapresiasi rencana gugatan tersebut. Pihaknya pun sangat mendukung tentang langkah itu untuk segera menyadarkan pemerintah.
 
"Hak warga negara jelas harus dilindungi dan dipenuhi oleh negara. Gugatan tersebut menjadi bukti, pemerintah telah mengabaikan situasi dan kepentingan mereka," katanya.
 
 
759 titik panas
 
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyebutkan, satelit Tera dan Aqua memantau pertumbuhan titik panas mencapai 759 titik di Sumatera. Titik panas yang diindikasikan kebakaran hutan dan lahan itu menyisakan kabut asap pekat hingga wilayah Riau.

Menurut Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin, tiga daerah sebagai penyumbang titik panas terbanyak, yakni Jambi 250 titik, diikuti Sumatera Selatan 247, kemudian Riau 167 titik, Bangka Belitung 82 Titik, Sumatera Barat 6 titik, dan Bengkulu 1 titik.

Untuk wilayah Riau, kata Sugarin  titik panas tersebar di Indragiri Hilir 77 titik, Pelalawan 29 titik, Indragiri Hulu 31 titik, Siak 10 titik, Bengkalis 6 titik, Kampar 5 titik, Dumai 3 titik, Rokan Hilir 2, dan Kuantan Singingi 1 titik. "Tingkat kepercayaan di atas 70 persen atau 120 titik," ujarnya.

Ia menjelaskan, secara umum, cuaca wilayah Provinsi Riau cerah berawan. Peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai petir tidak merata pada sore atau malam hari terjadi di wilayah Riau bagian utara dan timur. "Temperatur maksimal 32-34 derajat Celsius," tuturnya.

Titik api di sejumlah wilayah Sumatera membuat jarak pandang kian menurun karena diselimuti asap di Riau, seperti Pekanbaru 1 kilometer, Pelalawan 800 meter, Rengat 2 kilometer, dan Dumai 4 kilometer.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan ini, BNPB mengerahkan tiga pesawat terbang untuk hujan buatan di Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat.

BNPB juga mengerahkan 13 helikopter pengebom air. Tiga belas helikopter tersebut tersebar di Riau tiga heli, Sumatera Selatan dua heli, Kalimantan Barat dua heli, Kalimantan Tengah dua heli, Jambi dua heli, dan Kalimantan Selatan satu heli. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,