Siswa Terdampak Kabut Asap Belajar lewat Televisi

Siswa Terdampak Kabut Asap Belajar lewat Televisi

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyiapkan langkah pembelajaran melalui televisi, khususnya terhadap para siswa yang berada di wilayah yang terkena kabut asap.

"Kemdikbud menyiapkan langkah pembelajaran melalui televisi yang disiarkan melalui TVRI dan televisi lokal lainnya," kata  Mendikbud Anies Baswedan usai konferensi pers Perayaan 50 Tahun SEAMEO di Gedung Kemendikbud Jakarta, seperti dilansir infopublik.id, Kamis (8/10).

Menurut Anies, langkah tersebut diambil agar siswa tidak memanfaatkan libur sekolahnya dengan bermain di luar. Padahal sebenarnya, sekolah diliburkan dengan maksud agar siswa tidak terpapar kabut asap.

Mendikbud menjelaskan kesehatan peserta didik menjadi prioritas utama. "Kami selalu berkoordinasi dengan para kepala dinas di daerah terkait masalah kabut asap ini. Tiap daerah berbeda-berbeda ketebalan kabut asapnya," katanya.

Penentuan kegiatan belajar dilakukan berdasarkan musyawarah antara dinas pendidikan dengan pemangku kepentingan. Jika kondisi kabut asap tidak memungkinkan untuk sekolah, maka pembelajaran diteruskan di rumah.

Kemdikbud juga menyiapkan beberapa skenario pendidikan selama kabut asap yakni libur darurat asap selama satu hingga 14 hari, libur kabut asap 15 hari hingga 30 hari, dan libur kabut asap lebih dari 30 hari.

Skenario pertama, libur darurat asap selama satu hingga 14 hari maka masa liburan pada Desember digunakan untuk mengganti jam belajar yang hilang, Ujian Akhir Semester ganjil dilakukan pada Januari, jadwal Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Nasional tetap, dan ketuntasan belajar tetap tercapai.

Skenario kedua, libur darurat asap selama 15 hari hingga 30 hari maka masa liburan pada Desember digunakan untuk mengganti jam belajar yang hilang. Ujian Akhir Semester ganjil dilakukan pada Februari, jadwal Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Nasional mundur dua hingga tiga minggu, dan ketuntasan belajar tetap tercapai.

Skenario ketiga, libur darurat asap selama lebih dari 30 hari yakni kalendar akademik mundur hingga ketuntasan belajar tercapai dan penyesuaian jadwal UN dan seleksi mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri atau swasta. (Jr.)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,