El Nino Belum Kabur, Riau Masih Terperangkap Kabut Asap

El Nino Belum Kabur, Riau Masih Terperangkap Kabut Asap

Riau - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru, kembali mengeluarkan buletin informasi terkait evaluasi cuaca bulan sebelumnya serta prakiraan cuaca bulan berjalan.

Secara umum, September lalu wilayah Provinsi Riau cenderung kering. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di wilayah Provinsi Riau bagian Utara, Barat dan Tengah.

Selain itu, kondisi cuaca wilayah Provinsi Riau sepanjang bulan September diselimuti kabut asap tebal, jarak pandang di seluruh wilayah Provinsi Riau sangat rendah terutama pada pagi dan malam hari. Jarak pandang yang sangat minim masih menjadi kendala tenganggunya pertumbuhan awan karena terhalangnya radiasi matahari yang sangat dibutuhkan dalam proses pembentukan awan.

Hal tersebut mengakibatkan hampir seluruh wilayah Provinsi Riau mengalami curah hujan yang bersifat di bawah normal, yang artinya terjadi pengurangan jumlah curah hujan bulanan dari normal bulanannya.

Untuk bulan Oktober ini, suhu muka laut menunjukkan kondisi cenderung hangat, dan kondisi ini diprediksi akan tetap sama hingga Desember mendatang. Khusus untuk Provinsi Riau masih terkena dampak dari kondisi global El Nino kecuali di wilayah Riau bagian utara. Kekeringan diprakirakan akan terjadi di wilayah Riau bagian tengah, selatan dan barat.

Untuk dunia pelayaran harus tetap selalu waspada akan peluang terjadinya gelombang yang cukup tinggi sebagai dampak dari pengaruh angin yang terkadang cukup kencang pada bulan Oktober, dengan pola angin bervariasi tetapi secara umum dari arah selatan s/d barat laut.

Pengaruh angin baratan yang relatif dengan kecepatan cukup kencang dan ditambah adanya cuaca buruk pada waktu-waktu tertentu yang disertai angin kencang, berpeluang terjadi di perairan wilayah Provinsi Riau maupun di wilayah Kepulauan Riau berdampak pada bertambahnya tinggi gelombang.

Tak jauh berbeda, dunia penerbangan pun harus selalu waspada di bulan Oktober ini karena aktifitas cuaca buruk seperti hujan yang disertai petir maupun angin kencang diprakirakan masih akan terjadi di wilayah Provinsi Riau.

Sedangkan untuk kejadian kabut asap yang sering mengganggu aktivitas penerbangan diprakirakan masih akan terjadi dan mengganggu kegiatan penerbangan disebabkan pada bulan Oktober 2015, pengaruh global El Nino di wilayah Provinsi Riau masih belum masih ke musim hujan 2015/2016.

Berdasarkan peta prediksi curah hujan bulan Oktober wilayah Provinsi Riau, wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan cukup tinggi bulan Oktober yaitu di Kota Pekanbaru, sebagian besar Kabupaten Bengkalis, sebagian besar Kabupaten Siak, sebagian besar Kabupaten Rokan Hilir, sebagian kecil Kabupaten Rokan Hulu.

Selain itu, juga, sebagian besar Kota Dumai, sebagian besar Kabupaten Kampar, Kabupaten Meranti, Kabupaten Kuantan Singingi, sebagian kecil Kabupaten Pelalawan, sebagian besar Kabupaten Indragiri Hulu dan sebagian kecil Kabupaten Indragiri Hilir.

Selanjutnya, pada dasarian I bulan Oktober 2015 hampir sebagian besar wilayah Kabupaten dan Kota di Provinsi Riau diprakirakan mengalami curah hujan 51.0 s/d 75.0 mm.

Hujan paling besar berpeluang terjadi di sebagian kecil Kabupaten Rokan Hilir bagian utara. Hanya sebagian kecil wilayah Kabupaten Siak yang berpotensi curah hujan paling kecil berkisar 26.0 s/d 50.0 mm.

Untuk wilayah sebagian besar Kabupaten Bengkalis bagian utara, Kota Dumai bagian utara dan selatan dan Kabupaten Rokan Hilir bagian utara diprakirakan curah hujan berkisar 76.0 s/d 100.0 mm.

Pada dasarian II bulan Oktober 2015 diprakirakan konsentrasi curah hujan berada di sekitar wilayah Riau bagian tengah. Curah hujan tertinggi diprakirakan terjadi wilayah sebagian kecil Kabupaten Siak bagian tengah. Untuk sebagian kecil wilayah Kabupaten Rokan Hilir bagian utara diprakirakan curah hujan berkisar 26.0 s/d 50.0 mm.

Untuk curah hujan paling sedikit diprakirakan terjadi sebagian besar Kabupaten Kampar bagian tengah dan timur, Kabupaten Siak, Kota Dumai bagian selatan, Kabupaten Bengkalis bagian selatan dan utara dan Kota Pekanbaru. Untuk Kabupaten dan Kota yang lainnya diprakirakan curah hujan berkisar 51.0 s/d 75.0 mm.

Pada dasarian III bulan Oktober 2015 diprakirakan curah hujan juga berkisar berkisar 26.0 s/d 150.0 mm. Untuk Wilayah Riau yang diprakirakan berpeluang curah hujan paling sedikit terjadi di sebagian kecil Kabupaten Siak bagian timur.

Untuk wilayah sebagian besar Kota Pekanbaru, sebagian besar Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak bagian timur, sebagian Kabupaten Bengkalis bagian utara dan selatan, Kabupaten Meranti, Kota Dumai bagian selatan, sebagian Kabupaten Pelalawan bagian timur dan sebagian kecil Kabupaten Indragiri Hulu bagian timur diprakirakan curah hujan berkisar 76.0 s/d 100.0 mm.

Untuk curah hujan berkisar 101.0 s/d 150.0 mm diprakirakan terjadi di sebagian kecil Kabupaten Bengkalis bagian timur, sebagian kecil Kabupaten Siak bagian timur dan Kabupaten Meranti bagian utara.

BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru juga memberikan informasi terkait kebakaran hutan dan lahan yang dampaknya sangat terasa bagi masyarakat. Berdasarkan peta potensi kemudahan terjadinya kebakaran dari kondisi cuaca analisis September 2015 di wilayah Kabupaten atau Kota Propinsi Riau termasuk dalam klasifikasi ”Aman” hingga ”Sangat Mudah terbakar”.

Adapun wilayah Kabupaten atau Kota Provinsi Riau yang mengalami Indeks Potensi Kebakaran kategori Sangat Mudah terbakar terjadi di sebagian Kuansing, Indragiri Hulu, sebagian besar Pelalawan, Kabupaten Ingiri Hilir dan sebagian kecil wilayah Siak. Wilayah yang mengalami Indeks Potensi Kebakaran kategori ”Tidak Mudah” antara lain sebagian Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar bagian utara.

Selain itu, berdasarkan Peta Analisis Tingkat Kesulitan Pengendalian Kebakaran bulan September di wilayah Kabupaten/Kota Propinsi Riau dalam kategori ”Aman” hingga ”Sangat Sulit”. Hampir seluruh wilayah Provinsi Riau mengalami potensi kesulitan pengendalian kebakaran hutan dan lahan kategori Sulit kecuali daerah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Bengkalis dan Dumai.

Untuk Bulan Oktober sendiri, wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Riau diprakirakan Potensi Kemudahan terjadinya Kebakaran termasuk dalam klasifikasi Aman s/d Sangat terbakar. Hal ini karena Provinsi Riau masih mengalami musim kemarau dan belum masuk ke musim hujan 2015/2016.

Adapun wilayah yang diprakirakan akan mengalami potensi kemudahan terjadinya kebakaran klasifikasi “tidak mudah terbakar” berpeluang terjadi di wilayah sebagian besar wilayah Riau daratan.

Sedangkan wilayah Provinsi Riau yang diprakirakan akan mengalami dalam kategori “mudah” hingga “sangat mudah terbakar” terjadi di Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir bagian utara, sebagian besar Kabupaten Bengkalis, Siak, Kabupaten Kepulauan Meranti, Pelalawan bagian Timur, dan Indragiri Hilir. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,