3 Anggota DPR Inisiator Revisi UU KPK Masuk Daftar Hitam

 3 Anggota DPR Inisiator Revisi UU KPK Masuk Daftar Hitam

Semarang - Dianggap turut memprakarsai pembahasan draf revisi Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tiga orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) asal Jawa Tengah di-blacklist atau dimasukkan dalam daftar catatan hitam/buruk oleh kalangan masyarakat antikorupsi.
 
Ketiga wakil rakyat itu di antaranya Imam Suroso (Fraksi PDIP), Arwani Thomafi (Fraksi PPP), dan Donny I Priambodo (Fraksi Partai Nasdem). Semuanya adalah legislator dari daerah pemilihan III Jawa Tengah, yakni Pati, Rembang, dan Blora.
 
Kalangan aktivis antikorupsi di Jawa Tengah yang tergabung dalam Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi (KP2KKN) menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (8/10/2015) siang. Mereka mempublikasikan nama ketiga anggota DPR tersebut.
 
Dalam aksi unjuk rasa tersebut massa juga membentangkan berbagai poster cemoohan terhadap wakil rakyat di gedung Parlemen. Satu di antaranya bertuliskan DPR Sarang Koruptor, DPR kaki tangan koruptor, dan DPR penjilat koruptor.
 
Peserta aksi ada juga yang membawa nisan kuburan bertuliskan RIP KPK sebagai simbol KPK akan dimatikan. Massa juga menyoroti beberapa poin revisi, antara lain pengaturan penyadapan penyidik, massa kerja dibatasi 12 tahun, dan KPK tak boleh mengusut kasus dengan kerugian di bawah Rp 50 miliar.
 
Berdasarkan pengakuan Koordinator aksi, Hanendya Risha, dirinya sangat kecewa dengan para anggota DPR pengusul revisi UU KPK. Dia menilai, terutama tiga anggota DPR yang di-blacklist itu, jelas tidak aspiratif dan tidak berpihak kepada rakyat.
 
"Mereka justru menjadi kaki tangan koruptor dengan ikut melemahkan KPK. Kita berikan catatan hitam kepada mereka. Sebab DPR yang harusnya mewaliki warga Jateng, justru melakukan tindakan yang memberi angin segar ke koruptor," tegasnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,