Ancaman PHK Bayangi Pekerja di Industri Otomotif

Ancaman PHK Bayangi Pekerja di Industri Otomotif

Jakarta - Terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang menandai krisis ekonomi, tak dipungkiri berimbas kepada berbagai sektor, termasuk sektor otomotif. Ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pun semakin menggema.
 
Sektor otomotif memang merasakan dampak dari situasi ekonomi saat ini, tampak dari menurunnya daya beli masyarakat untuk kendaraan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Beberapa pelaku industri otomotif juga dikabarkan mulai melakukan berbagai efisiensi. Bahkan kabar terburuk, ancaman PHK tengah membayangi para pekerja sektor otomotif.
 
Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Noegardijito mengatakan, sektor industri otomotif sangat kecil kemungkinannya untuk melakukan PHK kepada karyawannya.
 
"Tidak akan terjadi (PHK) untuk industri otomotif. Kami tidak berani melakukan PHK, karena mencari penggantinya susah, karena di industri otomotif perlu skill, jadi tidak bisa asal PHK," katanya di Jakarta, Kamis (8/10/2015).


Namun demikian, untuk langkah pengurangan jam kerja, Noegardijito menjelaskan hal tersebut adalah salah satu alternatif menekan biaya produksi di tengah lesunya ekonomi, sehingga hal itu sangat memungkinkan untuk dilakukan.
 
"Pengurangan jam lembur misalnya itu bisa saja dilakukan, karena memang alternatifnya hanya itu. Tidak ada PHK, namun untuk pengurangan jam kerja pasti ada," tegasnya. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,