95 Orang Tewas, Aksi Damai Diwarnai Ledakan di Turki

95 Orang Tewas, Aksi Damai Diwarnai Ledakan di Turki

Ankara

Terus bertambah, korban jiwa akibat ledakan bom bunuh diri di Turki. Sedikitnya sudah 95 orang tercatat tewas karena insiden tersebut. Dua tersangka pembom itu menyerang sebuah kerumunan aksi damai aktivis pro Kurdi, dan tenaga kerja di luar stasiun kereta api utama di wilayah Ankara. 

 
Dilansir Reuters, Minggu (11/10/2015), kejadian tersebut tercatat merupakan serangan bom terburuk, dan terjadi beberapa pekan sebelum digelarnya pemilihan umum di negara itu. Sebelumnya, dilaporkan 86 orang tewas ketika dua ledakan terjadi di antara kelompok sayap kiri dan aktivis pro-Kurdi Turki, yang tengah berkumpul dalam sebuah aksi damai antipemerintah di Ankara, Turki. Jumlah korban dalam kejadian tersebut diperkikan terus bertambah.
 
Diberitakan AFP, serangan yang terjadi dekat Stasiun Kereta Api Utama Ankara tersebut, dianggap menjadi yang paling mematikan dalam sejarah kota tersebut. Hal itu memicu ketegangan menjelang pemilu Turki November mendatang. Mayat para aktivis berserakan di tanah setelah terjadnya  ledakan. Spanduk dengan bertuliskan "Kerja, Perdamaian dan Demokrasi" yang mereka suarakan pun terhampar di samping mereka.
 
Ambulans bergegas untuk sampai ke orang yang terluka, sedangkan polisi mengepung daerah sekitar stasiun kereta api. "Kami mendengar ledakan besar satu dan kemudian satu ledakan yang lebih kecil lalu ada gerakan besar dan panik. Kita melihat mayat di sekitar stasiun," kata Ahmet Onen (52) salah seorang saksi mata. "Sebuah demonstrasi yang mempromosikan perdamaian telah berubah menjadi pembantaian," katanya.
 
Disebutkan, sebanyak 62 orang dikabarkan tewas di lokasi sedangkan 24 lainnya menghembuskan napas terakhir ketika dilarikan ke rumah sakit. Menteri Kesehatan Mehmet Muezzinoglu kepada wartawan mengatakan, ada 186 orang lainnya yang terluka dalam serangan itu.
 
Sementara itu, Daily Sabah melaporkan, atas kejadian tersebut Turki Presiden Recep Tayyip Erdogan mengecam serangan keji tersebut. Dia mengatakan itu serangan itu ditujukan pada persatuan dan perdamaian negara.
 
Menurut seorang pejabat pemerintah Turki, pemerintah menduga serangan tersebut ada hubungannya dengan teroris. Berbagai laporan mengatakan pemerintah sedang menyelidiki, apakah seorang pembom bunuh diri terlibat dalam ledakan tersebut.
 
Pemerintah Turki sendiri sudah mengumumkan secara resmi,  ledakan bom tersebut merupakan serangan teroris. Pihak pemerintah juga sedang melakukan penyelidikan mengenai bom bunuh diri itu.
 
Akibat dari kejadian itu, Presiden Recep Tayyip Erdogan membatalkan beberapa agenda di Instabul untuk mengikuti perkembangan lebih lanjut. Pemerintah Turki menyatakan serangan bom Ankara merupakan aksi teroris. Mereka juga sedang menyelidiki apakah ini merupakan bom bunuh diri.
 
Dilaporkan, sebagian korban telah dievakuasi dengan taksi menuju rumah sakit terdekat. Penggunaan taksi dinilai dilakukan karena keterbatasan ambulans yang tersedia untuk mengevakuasai seluruh korban.
 
Dalam sebuah video yang diunggah akun Twitter @seruzer, digambarkan dengan jelas salah seorang korban yang terbaring di tempat tidur pasien, dievakuasi dan digiring oleh pihak medis untuk memasuki taksi. Ceceran darah dan jenazah membuat jalanan Ankara menjadi suasana yang menyeramkan.
 
Perdana Menteri Taurki Ahmet Davutogul akan mengadakan pertemuan dengan wakilnya Yalcin Akdogan serta pejabat pemerintahan lainnya, untuk membahas mengenai serangan ini. "Kami sedang menyelidiki ledakan ini dan akan memberitahukan hasil penyelidikan kami kepada publik secepat mungkin," kata pejabat Turki, dilansir ABCnews. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,