Emisi CO2 di Kalteng Lebihi Ambang Batas Dunia

Emisi CO2 di Kalteng Lebihi Ambang Batas Dunia

Jakarta - Hingga saat ini kebakaran hutan di Pulau Sumatera dan Kalimantan belum juga padam, akibatnya kabut asap pun belum hilang. Namun, salah satu kebakaran yang terparah, terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng).
 
Menurut Kepala Pusat Data, Infomasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, emisi karbon dioksida (CO2) di Provinsi Kalteng sudah mencapai 2.237 ppvb. Angka itu jauh di atas jumlah ambang batas emisi dunia, yang hanya di angka 480 ppvb. Emisi sebesar itu, kebakaran hutan dan lahan gambut di Kalteng telah menyumbang banyak gas rumah kaca.   

"Jadi kalau CO2 masih di bawah 420 ppvb, itu masih bisa diserap bumi. Namun jika sudah lebih dari itu, maka akan diemisikan ke atmosfer," kata Sutopo di Jakarta, Minggu (11/10/2015). 

Menurutnya, di Provinsi Kalteng, karhutla masih terjadi, yang hingga kini terpantau terdapat 96 titik panas di provinsi tersebut. Sementara di provinsi lainnya juga masih terdapat 86 titik panas. "Antara lain di Kalimantan Barat 55 titik panas, Kalimantan Selatan 25 titik panas, Kalimantan Timur 6 titik panas. Total titik panas di Pulau Kalimantan terpantau 182 titik panas," tegas Sutopo. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,