Perusahaan Malaysia dan Cina Tersangka Pembakaran Hutan

Perusahaan Malaysia dan Cina Tersangka Pembakaran Hutan

Jakarta - Pihak kepolisian telah menetapkan tersangka dalam kasus pembakaran hutan dan lahan, yang memicu bencana kabut asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Tersangka terdiri atas perorangan dan korporasi.
 
"Untuk koorporasi terdapat 12 perusahaan yang dijadikan sebagai tersangka, sedangkan perorangan mencapai 209 tersangka," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta, Senin (12/10/2015).
 
Adapun penyidikan kasus itu berdasarkan 244 laporan yang masuk ke 6 Polda, terkait tindak pidana pembakaran hutan dan lahan. Sebanyak 26 kasus masih dalam tahap penyelidikan, sedangkan sisanya 218 kasus sudah masuk tahap penyidikan. 


Sejauh inji tidak dirinci perusahaan mana saja yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembakaran hutan itu. Badrodin hanya mengatakan, perusahaan yang telah menjadi tersangka ada perusahaan lokal dan ada perusahaan asing. "Dari Malaysia, ada dari Cina. Sedangkan Singapura masih dalam penyelidikan," katanya.
 
Para tersangka pembakaran hutan dan lahan itu akan dijerat dengan Pasal 108 Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009, tentang Pelestarian dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.


Menurutnya, untuk tersangka dari koorporasi, Polri sudah merampungkan penyidikan terhadap empat perusahaan pembakar lahan dan hutan. Berkas keempat perusahaan itu sudah dilimpahkan ke Kejaksaan untuk segera diadili. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,