Menpar Optimistis 3 Kebijakan Dorong Wisman

Menpar Optimistis 3 Kebijakan Dorong Wisman

Jakarta - Pemerintah menerbitkan Perpres No. 104 tahun 2015 tanggal 23 September 2015 tentang fasilitas Bebas Visa Kunjungan Singkat (BVKS) bagi 45 negara, dengan tambahan tersebut saat ini menjadi 90 negara. Regulasi ini bersama dengan dua peraturan baru tentang yacht (perahu pesiar) dan cruise (kapal pesiar) dalam upaya mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisman.


Menteri Pariwisata Arief Yahya optimistis tiga kebijakan ini bisa menaikkan nilai jual Indonesia di peta pariwisata dunia. “Kebijakan BVKS tahap kedua ini langkah strategis meningkatkan jumlah kunjungan wisman secara signifikan, setelah BVKS tahap pertama terbukti sukses meningkatkan kunjungan wisman 30 negara  selama periode 10 Juni – 9 Agustus 2015 sebesar 592.748 wisman atau meningkat 15 persen dibanding periode yang sama di tahun 2014 yang sebesar 514.171 wisman,” kata Menpar Arief Yahya.

“Kebijakan BVKS ini sekarang sudah mendekati Malaysia yang membebaskan visa pada wisatawan dari 164 negara dan Thailand yang membebaskan visa pada wisman dari 56 negara. Kita akan kejar terus hingga 2019 jumlah kunjungan wisman mencapai 20 juta wisman,” kata Menteri Pariwisata. Menpar menambahkan, pertumbuhan jumlah wisman dari 30 negara ini jauh di atas pertumbuhan rata-rata dimana kunjungan wisman periode Juni – Juli 2015  sebesar 4,27 persen dibandingkan periode Juni – Juli 2014. 

Komitmen Presiden RI memprioritaskan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan dibuktikan dengan penerbitan Perpres No. 105 tahun 2015 tentang kunjungan yacht asing ke Indonesia yang menghapus ketentuan mengenai CAIT(Clearance Approval for Indonesia Territory) dan impor sementara. “Perpres ini memudahkan yacht  asing untuk memasuki wilayah perairan Indonesia dalam pengurusan dokumen CIQP (Custom, Immigration, Quarantine, Port) di 18 pelabuhan. Kebijakan ini diproyeksikan meningkatkan jumlah kunjungan yacht ke Indonesia hingga 6.000 yacht  pada tahun 2019 sehingga menghasilkan devisa USD 600 juta,” ungkap Menpar. (AY)
.

Categories:Wisata,
Tags:,